Detak-Palembang.com – Palembang , Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang memberikan KB gratis kepada masyarakat.

Yakni dalam kegiatan Uji Coba Gerakan Serentak (Gertak) Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) IUD-Implant, di Kecamatan Seberang Ulu Satu, Rabu (3/2/2021).

Kepala DPPKB Kota Palembang, Edwin Effendi, mengatakan, layanan Gertak KB MKJP ini dilakukan di seluruh kabupaten dan kota, termasuk Palembang.

DPPKB melakukan pelayanan dengan berkoordinasi dengan Korwil KB kecamatan dan puskesmas setempat.

“Layanan secara gratis ini sesuai petunjuk teknis Dana Anggaran Khusus (DAK) 2021 dengan target sebanyak 34 orang, terutama masyarakat kurang mampu, bersyukur over target,” kata Edwin, didampingi Kabid KB, Siti Fauziah.

Kegiatan KB gratis ini direncanakan empat kali dalam setahun di setiap kecamatan.

Selain uji coba Gertak ini, DPPKB pun setiap tahunnya memberikan KB gratis dengan mengutamakan masyarakat miskin.

Dengan alat kontrasepsi yang dianjurkan yakni MKJP seperti IUD (spiral), Implan, Vasektomi dan Tubektomi.

“Metode ini lebih efektif dan lebih lama waktunya dibandingkan Non MKJP seperti Suntik dan Pil KB,” Edwin menerangkan.

Dia menerangkan, Pemerintah Kota Palembang pun telah membentuk Kampung KB di setiap kecamatan. Meskipun angka kelahiran di Kota Palembang memang sudah cukup bagus, namun masalah pengendalian penduduk ini bukan hanya masalah keluarga berencana semata.

DPPKB Kota Palembang, kata Edwin, terus berupaya meningkatkan kualitas penduduk Kota Palembang, baik dari segi pendidikan, sosial, kesehatan, ekonomin, dan lain sebagainya.

KB gratis ini sangat dibutuhkan terutama bagi warga kurang mampu.

Salah satu yang menjadi akseptor di Uji Coba Gertak ini, Dinda Maharahi (19).

Ibu dari tiga anak ini akhirnya melakukan KB Implan untuk menjaga jarak kelahiran, terutama anak terkecilnya baru berusia 2 minggu. Karena suaminya berkerja sebagai buruh tidak tetap, maka sangat baik untuk melakukan KB.

“KB ini sangat baik untuk menjaga jarak kehamilan, terutama jika anak sudah lebih dari 3 orang, apalagi jika ekonomi keluarga pas-pasan,” ujar Dinda.