Detak-Palembang.com – Palembang , Berdasarkan data BPS thn 2020 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berada di sepuluh besar Provinsi termiskin di Indonesia hal tersebut dikarenakan disumbang dari Kabupaten / Kota di provinsi Sumsel yang memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) terbesar, justru menjadi penyumbang angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Sumsel.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) daerah dengan APBD paling tinggi yakni di atas Rp 3 triliun, justru memiliki warga miskin terbesar kedua di Sumsel. Angka kemiskinan di kabupaten ini sebesar 16,13 persen pada tahun 2020, menurun sedikit dari tahun 2019 sebesar 16,41 persen dan 16,52 persen di tahun 2018.

Kemudian Kabupaten Lahat, termasuk sebagai penyumbang terbesar angka kemiskinan dengan persentase 15,95 persen pada tahun 2020. Ini meningkat dibanding tahun 2019 di angka 15,92 persen dan 16,15 persen pada 2018. Padahal Kabupaten Lahat memiliki APBD sangat besar dibanding daerah lain dan juga banyak terbanyak sumber daya alam (SDA).

Sementara Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masuk sebagai lima daerah tertinggi angka kemiskinan di Sumsel. Angka kemiskinan di kabupaten ini sebesar 14,73 persen pada tahun 2020, 15,01 persen Tahun 2019 dan 13,56 persen di 2018.

Selanjutnya, Kabupaten Muara Enim. Pada tahun 2020, angka kemiskinan sebesar 12,32 persen, 12,41 persen pada 2019 dan 12,56 persen pada 2018.

Kota Palembang, pun masuk dalam daftar daerah dengan kemiskinan cukup tinggi. Dari total penduduk ibu kota, sebanyak 10,89 persen diantaranya tergolong miskin yang tercatat pada tahun 2020, tahun 2019 sebesar 10,90 persen dan 10,95 persen pada tahun 2018.

Sementara Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) daerah pemekaran dari Kabupaten Musirawas, menjadi daerah paling tinggi menyumbang angka kemiskinan di Sumsel, namun dengan APBD yang terbilang kecil sekitar Rp 1 triliun.