Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) melakukan jemput bola untuk merekan data kependudukan bagi penyandang disabilitas di kota Palembang. Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat yang berkebutuhan khusus mendapatkan hak pendataan yang sama. 

Kepala Dinas Disdukcapil Kota Palembang, Dewi Isnaini mengatakan para penyandang disabilitas dibantu mendapatkan KTP elektronik, akte kelahiran dan KIA tanpa harus pergi ke kantor pelayanan. 

“Adanya data kependudukan memudahkan penyandang disabilitas mengakses pelayanan publik,” ujarnya, Jumat (26/2/2021). 

Menurutnya semua warga harus memiliki data nomor induk kependudukan (NIK) karena data tersebut menjadi acuan program-program pemerintah termasuk bantuan-bantuan bagi penyandang disabilitas. 

Pihaknya membawa langsung para petugas dan alat perekaman ke lokasi-lokasi tempat tinggal penyandang disabilitas, salah satunya Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Budi Karsa Palembang. 

Selain itu program jemput bola juga untuk meningkatkan capaian perekaman KTP elektronik yang saat ini telah mencapai 98,06 persen dalam database Disdukcapil Palembang. 

Sementara Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Budi Karsa Palembang Iwan Nurcandra menambahkan jika tidak adanya data kependudukan menyebabkan penyandang disabilitas terhambat mendapatkan berbagai bantuan sosial. 

“Termasuk bantuan yang mengambil dari Data Terpadu Kesejahteraan sosial (DTKS) yang mengharuskan ada kepemilikan NIK,” kata dia. 

Pihaknya menargetkan 2.275 orang penyandang disabilitas di Sumsel sudah mendapatkan NIK pada 2021, sebab sebanyak 1.500 penyandang disabilitas telah mendapatkan NIK.