Pelaku saat diamankan di Polsek Kertapati

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kerap mengancam mobil pickup melintas di kawasan Kertapati dan menguras isinya pelakunya akhirnya ditangkap.

Tersangka Rio alias Dedek (21) warga Kertapati ini dilumpuhkan Unit Reskrim Polsek Kertapati. Bandit kakinya di dor dan patah saat dibekuk mencoba kabur ditempat persembunyian, Jumat (19/2) pukul 22.00 WIB.

Kapolsek Kertapati AKP Irwan Sidik didampingi Kanit Reskrim, Iptu Ledi mengatakan, bahwa pelaku merupakan pelaku penodongan terhadap mobil barang yang berasal dari luar Palembang.

“Pelaku bersama tiga temannya yang DPO melakukan penodongan dengan modus menyetop kan korbannya dengan berpura-pura meminta rokok kepada korban setelah korban berhenti pelaku langsung menodongkan senjata tajam (sajam) kepada korban dan meminta uang serta ponsel milik korban,” ujarnya saat menggelar jumpa pers Selasa (23/2/2021).

Dilanjutkannya para pelaku melakukannya terakhir kali di Jalan Mayjend Yusuf Singadekane, tepatnya di atas jembatan Keramasan, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang, Sabtu (13/2) sekitar pukul 04.00 WIB dengan korban M Taufik Hidayat.

“Dari laporan korban anggota kita berhasil menangkap pelaku Rio tapi saat akan ditangkap di tempat persembunyiannya pelaku mencoba kabur dan terpaksa anggota kita memberikan tindakan tegas, ” katanya.

Kemudian pelaku dibawa ke Mapolsek Kertapati Palembang. “Setelah dibawa anggota kita langsung melakukan pemeriksaan dan didapatkan bahwa pelaku sudah melakukan aksi penodongan lebih kurang 60 TKP semuanya di daerah Kertapati dan pelaku yang kita tangkap ini merupakan otaknya, ” ungkapnya.

Selain pelaku anggotanya turut mengamakan dua sepeda motor, dua buah ponsel dan dua buah sajam.

“Untuk tiga pelaku lainnya yakni Dedi, Thomas, dan Beto kita himbau untuk menyerahkan diri sebelum kita jemput bahkan kalau melawan atau mencoba kabur kita tidak segan-segan memberikan tindakan tegas, ” jelasnya.

Lanjut dia mengatakan, bahwa pelaku yang berhasil ditangkap merupakan residivis. “Pelaku ini sudah pernah masuk penjara dengan kasus yang sama dan kembali mengulanginya lagi, ” tambahnya.

Sementara itu, pelaku Rio mengakui pembuatannya bersama tiga temannya.

“Saya memang melakukannya bersama ketiga teman saya itu, dimana saya yang menyetop mobil dan mengacungkan sajam dan ketiga teman saya yang menguras barang berharga korban, ” aku dia.

Ia menuturkan, bahwa sudah melakukan aksi penodongan sekitar 60 kali dan untuk hasilnya bagi rata bersama tiga rekannya yang DPO.

“Uang kami bagi dan di habiskan untuk judi online dan membeli sabu untuk di konsumsi, kami melakukan aksi itu dengan korban yang menggunakan mobil barang berasal dari luar Palembang,”pungkasnya