Detak-Palembang.com – Palembang , Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Alex Ferdinandus, mengatakan, dari total 121 armada angkutan sampah, 60 persennya butuh peremajaan. Hal itu diutarakan Alex saat Wakil Walikota Fitrianti Agustinda menjambangi bengkel DLHK , Senin (15/02)

Hal ini karena usianya yang sudah tua. Sebagian sudah rusak. Hanya saja, untuk tahun ini tidak ada pembelian armada baru. Karena saat ini Pemkot Palembang masih efisiensi anggaran.

“Kita upayakan kalau masih bisa diperbaiki, akan diperbaiki di bengkel kita yang ada di DLHK ini. Tahun ini kalau dari APBD Kota tidak dianggarkan pembelian armada baru. Tapi kita akan coba ajukan dana bantuan ke gubernur,” kata Alex, saat mendampingi Wawako .

Alex menegaskan, meski lebih dari separuh armada kondisinya kurang optimal, namun tidak mengurangi kinerja DLHK.

“Kita upayakan kerja tetap maksimal. Sekarang kita fokus juga untuk membersihkan sampah-sampah di jalan protokol,” ujar dia.

adapun untuk armada angkutan sampah yang sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi, saat ini sudah masuk proses lelang.


“Karena ini aset daerah meskipun sudah rusak, jadi tetap harus dicatat dan proses lelang oleh BPKAD.”

Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, mengapresiasi kinerja pegawai DLHK.

“Saya apresiasi. Termasuk tim bengkel DLHK ini. Karena sudah bertugas membantu, perbaikan peralatan,” ujar Fitrianti.

Ia mengatakan pula, saat ini Pemkot Palembang lagi menggalakkan pembangunan TPS 3R di seluruh kelurahan.

“Target kita TPS 3R ini ada di 107 kelurahan. Saat ini kita baru punya 21 TPS 3R. ini terus kita dorong,” kata Fitrianti.

Keberadaan TPS 3R di kelurahan akan meringankan beban TPA di Sukawinatan. Melalui TPS 3R, sampah dikelola, dipilah dan dimanfaatkan. Sehingga sampah yang dibawa ke TPA Sukawinatan adalah sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi.

Di tempat yang sama, Wawako Fitrianti juga membagikan beras kepada tim Bengkel DLHK sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas bantuan dan kinerjanya dalam memperbaiki armada angkutan sampah yang rusak. (*)