Detak-Palembang.com – Palembang , Pelarian Agus Saputra (24) selama 12 hari terhenti setelah timah panas milik polisi bersarang di kedua kakinya. Tersangka dilumpuhkan dengan 3 butir peluru di kaki kanan dan 1 butir lagi di kaki kiri saat ditangkap di Lorong Buyut, Kecamatan Kemuning, Palembang, Minggu (17/1) sekitar pukul 16.00 WIB.

Tersangka diciduk tim gabungan Unit I Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kompol Antoni Adhi SH MH dan Unit Pidum Polrestabes Palembang AKP Roberth Pardamean. Pria beristri ini diduga melakukan pembunuhan terhadap korban Yuliana (25) di kamar nomor 625 hotel yang terletak di Jalan Lingkaran, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT II, Palembang.

Pantauan di lapangan, tersangka Agus langsung dilarikan ke IGD RS Bhayangkara Palembang. Setelah mendapat perawatan medis, tersangka dibawa keluar, dengan mobil pribadi anggota Pidum menuju Markas Polrestabes Palembang.

“Jam 16.00 WIB, tersangka pelaku pembunuhan pasal 365 KUHP dan 338 KUHP di Lorong Buyut, Jalan Rimba Kemuning, Kelurahan Ario Kemuning, Kemuning. Saat kami tangkap berupaya kabur, sehingga kami tindak tegas terukur,” ungkap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra SIk didampingi Kasat Reskrim Kompol Edi Rachmat SIk, Minggu (17/1).

Terkait motif pembunuhan, Irvan menegaskan ada kesalahpahaman antara tersangka Agus dengan korbannya Yuliana seorang wanita penghibur. “Motifnya, pelaku ini berkencan dengan korban selama tiga jam. Pelaku ini langganan korban. Belum sampai tiga jam sudah selesai. Jadi pelaku kecewa. Terjadi penganiayaan, khilaf hingga akhirnya terjadilah pembunuhan,” jelas Kapolrestabes.

Soal ponsel korban yang hilang menurut Irvan, pelaku juga mencurinya. “Iya pelaku mengambil ponsel, dia memang ingin mengambil ponsel milik korban,” timpalnya.

Perwira dengan tiga melati di pundaknya ini menegaskan, agar masyarakat lebih waspada dan jangan lengah akan kejahatan yang bisa terjadi di sekitar.  “Kejahatan ada di sekitar kita. Terjadi karena korban lengah, seperti tersangka Agus ini merupakan pelanggan korban, yang dikenalnya melalui aplikasi MeChat,” tukas Irvan.

Dikonfirmasi terpisah, Herlan Asfeaudin selaku ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kerja cepat Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang dalam mengungkap kasus pembunuhan ini. “Tentu pihak hotel sangat mengapresiasi ungkap kasus pembunuhan yang terjadi di hotel tersebut. Karena ini menjadi perhatian publik dan tentunya meresahkan, sehingga harus betul-betul diungkap,” katanya.

Dalam pengejaran tersangka, pihak hotel tentu membantu kepolisian mulai dari memberikan data yang diperlukan. “Untuk kamera CCTV kami buka semua. Baik dari mulai masuk sampai ke lantai atas dan yang dikoridor juga. Termasuk CCTV tetangga dibuka, sehingga akan membantu kepolisian melakukan pengungkapan ini,” timpalnya.

Kedepan untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak hotel-hotel akan lebih ketat lagi dalam menerima tamu. “Tentu harus lebih ketat dan mawas. Kami berharap jangan terulang lagi,” tukas Herlan.

Diberitakan sebelumnya, pada Minggu (3/1) malam, seorang wanita penghibur jadi korban pembunuhan. Berawal dari korban Yuliana check in di Hotel Rio, diketahui menerima tamu terakhir Selasa 5 Januari 2021 melalui aplikasi We Chat. Dini harinya Rabu (6/1), korban diketahui sudah meninggal dunia di kamar hotelnya. Pembunuhan diduga dilakukan teman pria kencannya. Pelaku melakukan penganiayaan berujung maut itu, dengan cara mencekik leher, membekap mulut menggunakan bantal.

Bercak darah juga ditemukan di bantal. Usai menghabisi korban, pelaku kabur dengan membawa ponsel korban. Mengetahui kejadian itu, pihak hotel menghubungi Polrestabes Palembang.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Edi Rachmat SIk bersama anggota Pidum dan Polsek IT II, mendatangi lokasi kejadian, untuk melakukan olah TKP dan evakuasi.  Untuk pemeriksaan lebih lanjut, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk divisum. Mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi SIK MH saat itu juga menegaskan, pihaknya menerjunkan unitnya untuk melakukan pengejaran dalam kasus ini. “Iya kami back up juga, untuk mengejar pelakunya. Karena ini kasus ini atensi ya,” ujarnya.