Walikota Palembang Harnojoyo disuntik vaksin

Detak-Palembang.com PALEMBANG- Walikota Palembang Harnojoyo menjadi orang kedua setelah Gubernur Sumatera Selätan (Sumsel) Herman Deru melakukan suntik vaksin Covid 19 di Kota Palembang Sumatera Selatan.

Harnojoyo yang menerima suntikan vaksin, dilengan kiri Jumat (15/1/2021) diaula Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Bari Palembang tepat pukul 09.00 WIB yang disuntik vaksin oleh Kepala Unit Medical check up RSUD Bari dr. H. Suhendri .

“Warga Palembang yang berumur 16 – 59 thn atau wanita yg lagi tidak sedang hamil jangan takut untuk suntik vaksin ini, karena tidak ada efek sampingnya ” kata Harnojoyo, saat memberikan keterangan persnya setelah 30 menit melakukan observasi setelah penyuntikan vaksin tersebut.

Pantauan dilokasi, orang nomor satu di kota tertua di Indonesia, setiba di RSUD Bari, langsung beranjak kelantai II RSUD Bari, dan melakukan registrasi menunjukan SMS Kemenkes RI.

Mengenakan baju putih kemeja lengan panjang, Harnojoyo menaiki ruang vaksin diiringi Kapolestabes Palembang Irvan Prawira Satyaputra, Ketua DPRD Kota Palembang Zainal Abidin, Ketua IDI Kota Palembang dr. Zulkhair, MUI Kota Palembang Ust Sri Suryono dan unsur Forkompomda Palembang.

“Pasca tiga puluh menit divaksin, saya merasa lebih sehat dari sebelumnya, hal ini membuktikan, bahwa vaksin ini aman untuk masyarakat,’ kata Harnojoyo lagi didepan awak media.

Bahkan,dirinya tidak merasakan gugup sedikitpun, seperti kebanyakan masyarakat isu miring yang menerpa masyarakat akan penyuntikan vaksin tersebut.

“Saya sangat senang dapat melakukan vaksin covid-19 ini, justru inilah yang saya tunggu-tunggu” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Kementerian Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Achmad Yurianto mengatakan, setiap penerima vaksin Covid-19 sinovac dipastikan menerima dua dosis vaksin.

“Penyuntikan vaksin pertama dan kedua berjarak selama empat belas hari,” tambahnya.

Dia menyebutkan, kuota vaksin di Kota Palembang di tahap pertama sebanyak 23.600 dosis dan diprioritaskan untuk pejabat publik, tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Sedangkan bagi masyarakat rentan dan lainnya.

“Dijadwalkan vaksinisasi pada tahap tiga dan empat yaitu periode April 2021 sampai Maret 2022,”pungkasnya