Detak-Palembang.com – Surabaya,- Sidang terkait eks perkebunan Kali Gentong yang berada di
Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, resmi dimenangkan oleh pihak TNI-AD.
        Namun demikian, pihak TNI-AD melalui Kodam V/Brawijaya tak ingin
mengambil langkah cepat untuk segera melakukan eksekusi.
        Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mengatakan terdapat beberapa
langkah yang harus dilakukan oleh pihak Kodam, terlebih mengenai nasib
masyarakat yang berada di lahan perkebunan itu.
        “Kodam mencari solusi yang baik. Mari kita sama-sama untuk mencari
solusi itu. Jadi, saya tidak akan tetapkan langkah-langkah untuk
melaksanakan eksekusi. Apabila, eksekusi itu justru menimbulkan
bentrokan secara fisik dengan masyarakat,” tegas Suharyanto dalam
kunjungan kerjanya ke Makodim Tulungagung. Sabtu, 16 Januari 2021 siang.
        TNI, kata dia, memiliki tugas yang lebih penting sebagai aparat Komando
Kewilayahan, khususnya membantu tugas Pemerintah Daerah di bidang
kesejahteraan masyarakat. “Artinya, walaupun itu merupakan hak Kodam
V/Brawijaya, tapi penyelesaiannya kita lakukan secara kondusif. Banyak
alternatif-alternatif penyelesaian,” bebernya.
        Terdapat beberapa langkah persuasif yang nantinya akan dilakukan oleh
pihak Kodam terkait nasib warga yang tinggal di tanah Kali Gentong,
salah satunya menyediakan rumah bagi warga melalui program RTLH yang
rutin dikerjakan oleh pihak Kodam tiap tahunnya.
        “Setiap tahun Kodam Brawijaya itu untuk tingkat Provinsi mendapat
program rumah tidak layak huni, ini sudah berjalan puluhan tahun.
Mudah-mudahan di tahun 2021, itu masih ada. Nah, nanti sasaran
rutilahunya disitu (Kali Gentong, red),” jelasnya.

Autentifikasi

Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi