Detak-Palembang.com PALEMBANG – Kasus dugaan suap penerimaan calon siswa (Casis) Bintara Polri Polda Sumsel tahun 2016 menjerat AKBP Edya Kurnia dinyatakan siap disidangkan.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Dede M Yasin SH MH menjelaskan setelah pihaknya melimpahkan berkas perkara tersebut.

“Perkasanya telah lengkap ini kasus dugaan suap penerimaan siswa bintara Polri pada tahun 2016 lalu. Sekarang sudah kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Palembang guna untuk disidangkan,”katanya Selasa,(15/12/2020)

Dilanjutkannya pelimpahan itu merupakan perkara split dari kasus sebelumnya yakni mantan Kabidokkes Polda Sumsel Kombes Pol (Purn) Drg. Soesilo Pradoto MKes serta Sekretaris Tim Rikkes Polda Sumsel AKBP Syaiful Yahya yang telah di vonis hakim PN Palembang masing-masing dengan pidana penjara selama lima tahun dan empat tahun penjara.

Lalu terungkap diduga tersangka turut serta menerima sejumlah uang senilai Rp 2 miliar yang berasal dari 100 orang  titipan calon Bintara melalui terpidana AKBP Syaiful Yahya serta uang sebesar Rp 540 juta diduga fee atas diluluskannya 317 orang titipan calon Bintara.

Tersangka AKBP Edya Kurnia yang merupakan polisi aktif bertugas di Polda Jawa Barat oleh dijerat melanggar pasal 12a Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang R.I Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman pidana minimal 4 tahun.

“Selanjutnya menunggu penetapan dari Pengadilan Negeri Palembang saja terutama jadwal sidang perdana, yang pasti dari Jaksa Pidsus telah siap dengan dakwaan,”jelasnya

Sementara itu Juru Bicara PN Palembang Abu Hanifah SH MH dikonfirmasi mengenai pelimpahan berkas tersangka tersebut membenarkan bahwa berkas telah diterima oleh Panitera PN Palembang.

“Tadi berkasnya memang sudah diterima oleh panitera Tipikor di gedung PTSP Palembang, namun belum tau penetapan sidang dijadwalkan kapan karena itu merupakan wewenang dari Ketua PN Palembang, secepatnya akan kita infokan,”ucapnya