Detak-Palembang.com PALEMBANG – Masyarakat Kota Palembang tengah dihebohkan dengan beredarnya uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Namun hingga sekarang aparat kepolisian Polrestabes Palembang belum mendapatkan laporan resmi dari para korban.

Hal itu dikatakan Kasubbag Humas Bag Ops Polrestabes Palembang AKP Irene menyatakan masih sebatas kabar burung. Lantaran pihaknya sendiri sampai sekarang belum mendapatkan laporan resmi dari warga yang mendapat Upal saat bertransaksi di kehidupan sehari-hari.

“Memang Upal jelang Pilkada rawan terjadi. Tapi apakah memang ada di Kota Palembang kami belum mendapatkan laporan dari korban sekalipun,”katanya Rabu,(4/11/2020).

Disebutnya pihaknya sendiri secara resmi belum mendapatkan izin dari Kabid Humas Polda Sumsel untuk memberikan imbauan terkait bahaya upal kepada masyarakat. Dia menyatakan, karena imbauan itu baru bisa dilakukan berdekatan jarak dengan
Pilkada Serentak pada 23 September 2020 secara serentak di 270 daerah di Sumsel.

“Kami bisanya selalu berikan imbauan tapi berdekatan dengan Pilkada mungkin seminggu lagi baru kita secara resmi berikan imbauan,”tuturnya

Nah disinggung adanya isu upal yang meresahkan warga Palembang pihak polisi disebut telah melakukan penangkapan. Dia menjawab tidak ada data polisi untuk melakukan tindakan apabila belum ada laporan tersebut.

“Saya sudah tanyakan ke unit pidsus mereka tidak menangkap tersangka uang palsu. Informasi itu salah kami belum ada laporan jadi tidak bisa bertindak,”pungkasnya