Detak-Palembang.com NASIONAL – Setelah berstatus resesi mulai banyak dikabar beragam pemutusan hubungan kerja (PHK) akhirnya terjadi di Tanah Air Indonesia

Ibarat sebuah pribahasa habis gelap terbitlah terang.Itu biasa sering terjadi membuat kondisi menjadi membaik setelah gelap menjadi terang benderang.

Tapi pribahasa itu tidak bisa digunakan, jauh berbeda sekali dengan kondisi Indonesian hari ini di tengah pandemi. Setelah gelap mala semakin pekat.

Karen setelah resesi terbitlah PHK. Hal itu lantaran telah lebih dari ribuan orang yang telah ter-PHK.

PHK terjadi pada beragam perusahaan, mulai dari pabrik sepatu hingga perusahaan karaoke. Berikut ini daftar PHK massal yang terjadi dalam sepekan.

  • 1.800 Buruh Pabrik Sepatu di Tangerang

Pabrik sepatu di Cikupa, Tangerang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atas 1.800 karyawannya. Laporan itu diterima oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Tangerang.

  • Ribuan Karyawan Karaoke Inul

Penyanyi dangdut Inul Daratista terpaksa harus melakukan PHK kepada ribuan karyawannya akibat dampak pandemi COVID-19. Karyawan tersebut berasal dari bisnis tempat karaoke miliknya.

Hal itu terpaksa dilakukan Inul pada karyawannya yang bekerja di Jakarta. Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat bisnisnya tidak dapat beroperasi hingga tidak ada pemasukan.

  • Puluhan Buruh Pabrik di Kudus

Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kudus mencatat dua perusahaan di Kota Kretek tutup karena pandemi virus Corona. Akibatnya puluhan orang terkena PHK.

Kabid Hubungan Industrial dan Perselisihan Ketenagakerjaan pada Dinas Perinkop dan UKM Kudus, Agus Juanto menjelaskan ada dua perusahaan yang tutup, yaitu perusahaan sol sepatu dan perusahaan pengecoran.

(berbagai sumber/net)