Detak-Palembang.com BANYUASIN – Adi Rohmat (26) dengan keterbatasan tak dapat melihat penyandang tunanetra dengan mulus menipu uang Rp146 Juta. Dia mengaku dukun bisa mengambil emas batangan dari tanah rumah milik korbannya.

Ternyata wajar tersangka bisa melakukan itu karena menggunakan ilmu gendam atau semacam hipnotis. Aksi itu dilakukan pada 10 September 2020 kepada Ending (66) di rumah korban Jalan Talang ilir RT/RW 03/01 Kelurahan Sukomoro Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan(Sumsel).

“Pelaku dia pernah belajar ilmu kebatinan di daerah Jawa Tengah. Pemeriksaan kita sementara dia menggunakan ilmu hipnotis kepada korbannya,”kata Kapolsek Talang Kelapa AKP Haris Munandar, Senin (2/11/2020).

Diceritakannya kronologis pelaku awalnya berpura-pura datang ke rumah korban untuk mengobati penyakit dengan cara pijat refleksi. Nah dari gerakan pijat itulah membuat korban menjadi tenang dan sangat gampang terbujuk rayuan pelaku.

“Dia awalnya tukang pijat, saat korban dibuat nyaman. Lalu dia menggunakan ilmu kebatinan itu. Dia bilang mau emas batangan gambar Soekarno tidak. Terus dia mengaku punya kemampuan menarik emas dari tanah rumah milik korban. Karena dibawah pengaruh itu korban percaya saja,”jelasnya

Menurut Kapolsek kekuatan ilmu kebatinan itu diperkuat karena korban sebanyak lima kali memberikan yang tunai kepada pelaku. Bahkan pelaku juga tidak sadar bisa sampai tertipu seperti itu.

“Dia sadar ketika mendapatkan emas itu ternyata bukan emas. Makanya dia baru melaporkan kepada kami,”tuturnya

Pihak kepolisian juga telah mengamanatkan 19 emas batangan paslu dengan logo gambar Presiden RI pertama Ir Soekarno. Korban mengetahui emas itu palsu disebutkannya setelah sempat membawa itu ke toko emas.

“100 persen itu kuningan tidak ada emas sedikit pun. Karena sudah diperiksa oleh toko emas,”kata Kapolsek.

Disinggung apakah pelaku disuruh seseorang terkait keterbatasan fisik. Kapolsek menjawab murni pelaku adalah aktor tunggal dalam kasus ini. Kapolsek menyebutkan pelaku datang bersama mantan istri pelaku berinisial C yang sekarang berstatus buron. Mantan istri itu berperan yang membantu pelaku datang ke rumah korban serta ikut menikmati hasil penipu tersebut.

Sedangkan pelaku berhasil ditangkap Satreskrim Polsek Talang Kelapa pada Kamis 29 Oktober 2020 yang lalu sekira jam 19.00 WIB di Jln Talang ilir Kelurahan Sukomoro masih dikediaman korban. Pelaku ditangkap dengan dalih Penipuan dan atau Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 atau 372 KUHP pidana dan itu dasar dalam laporan korban.