Detak-Palembang PALEMBANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mendapatkan bantuan dana 45 Juta Dolar atau 450 Miliar dari pemerintah Australia. Hal itu untuk membangun Instalasi Pengelolan Air Limbah (IPAL) sungai Musi.

Wali Kota Palembang Harnojoyo menyatakan Kota Palembang satu-satunya yang diberikan dana hiba di seluruh Indonesia melalui Kementerian PU PR dalam hal ini diwakili oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Cipta Karya.

“Kedepan hal ini menjadi sebuah komitmen besar masyarakat Kota Palembang untuk bersama mendukung proyek ini sehingga proyek ini bisa berjalan dengan baik tepat waktu tentunya,”katanya Rabu (4/11).

Dia berharap sekali melalui pembangunan proyek IPAL tersebut pencemaran limbah di sungai musi akan terkurangi. Karena air digunakan oleh PDAM Tirta Musi sumber utama air sungai musi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Semoga setelah dibangun IPAL di Kelurahan Selayur Kecamatan Kalidoni ini kesehatan semua warga Palembang jadi terjaga dengan baik,”pungkasnya

Sementara itu Direktur Jenderal Cipta Karya, Danis Hidayat mengatakan kenapa Palembang menjadi satu-satunya wilayah yang ditunjuk dan diberikan kepercayaan. Lantatan Palembang telah menunjukkan komitmen tersebut dengan dilaksanakannya pembangunan sistem pengolahan air limbah domestik terpusat sekala kota melalui kegiatan Palembang city projek.

“Projek tersebut merupakan kegiatan dengan multi sumber pendanaan, artinya hibah dari pemerintah Australia, dana APBN APBD dari provinsi Sumatera Selatan dan juga APBD Kota Palembang ini multi donor pembiayaan.
Melalui dana hibah dari Pemerintah Australia sebesar 45 juta dolar ini akan direncanakan akan beroperasi Tahun 2022 awal 2022 dengan total kapasitas lebih dari Rp20 ribu kubik per hari,”paparnya.

Dilanjutkannya pada tahap awal pembangunan pipa transmisi sudah dilakukan pada tahun 2017-2019 melalui kementrian PUPR. Jadi pada saat ini sudah terbangun jaringan pipa tranmisi utama sepanjang 5500 meter dari total kurang lebih 8 ribu meter. Pada tahun 2020 nanti tahap pembangunanya di bulan November ini.

“Ya ini merupakan proses yang cukup panjang, kami juga berharap sejak tahun 2017 sampai saat ini bahkan close deat yang diberikan kita perpanjang sampai 2024. Maka dari itu waktu yang diberikan harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya sehingga pembangunan IPAL ini sesuai dengan jadwalnya, mutu serta dan tepat biayanya,”pungkasnya