Detak-Palembang.com PALEMBANG- Kasus dugaan kekerasan yang dilaporkan oleh Merliansyah (35) warga Perum Continen Regency Jalan H Sanusi Kelurahan Sukarami, Palembang terhadap isterinya sendiri, Gitta Shitta Pramashia ke Polrestabes Palembang terus berlanjut.

Dimana Gitta sejauh ini sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Palembang.

Namun, hingga kini statusnya pun tidak dilakukan ditahan karena mendapatkan jaminan dari Tim Kuasa Hukum, Keluarga dan kalangan aktifis Women Crisis Center (WCC).

“Klien kami ini sudah ditetapkan oleh penyidik sebagai tersangka. Padahal saat kejadian 27 April, lalu, klien kami juga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). kami mengucapkan terima kasih atas proses penyidikan yang berjalan saat ini. Adapun untuk statusnya klien kami tersebut, tidak dilakukan penahan. Kami dari pihak keluarga, tim kuasa hukum dan dari WCC menjadi jaminan bila klien kami ini akan kooperatif,” ungkap Kuasa hukum Gitta Shitta Pramashia, Hj Nurmala SH ditemui di Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Palembang, Kamis (22/10).

Terkait status tersangka terhadap kliennya, pihaknya akan melakukan upaya hukum berupa praperadilan ke PN Palembang. Dimana berdasarkan bukti surat visum et repertum, kliennya merupakan korban kekerasan yang dilakukan oleh suaminya hingga kini proses persidangan.

“Karena status tersangka ini, kami akan tempuh jalur praperadilan. Paling tidak, dengan ada bukti surat visum, sudah sangat jelas kalau klien kami ini menjadi korban. Untuk ukuran fisik antara klien kami ini dengan Merliansyah sangat berbeda jauh. Oleh itulah dalam pemeriksaan kali ini, kamj menghadirkan saksi meringankan,” katanya.

Ditempat berbeda, kuasa hukum Merliansyah, Hj Titis Rachmawati SH melalui Bayu Prasetya Andrinata SH beserta Andri Yunialdi SH mengatakan, terkait hasil pemeriksaan kali ini atas Vitta Shitta, yang bersangkutan sudah jadi tersangka. Namun dianggap kliennya tidak adil. Yang mana, pelapor dan juga terlapor dalam kasus berbeda oleh pihak kepolisian ini sudah diamankan dan ditahan. Tapi hal tersebut tidak diterapkan ke klien.

” Kami ucapkan terima kasih atas proses pemeriksaan yang berjalan di Polrestabes Palembang. Hanya saja, saya juga sesalkan tidak ada keadilan untuk klien kami. Dimana dari sini kita menduga adanya intimidasi dan juga intervensi dari beberapa pihak di luar para pihak tadi. Sehingga ini terlihat di masyarakat ada dugaan rekayasa itu,” katanya kembali.

Lebih jauh ia mengatakan, pelaporan ini dilakukan setelah sebelumnya terlapor ini juga melakukan kekerasan dan keluarkan kata-kata tidak pantas dan menarik kelamin dari kliennya tersebut. Adapun untuk dasar yang dipakai agar terlapor ini tidak ditahan, sebenarnya juga bisa dilakukan pelapor. ” Kalau alasanya seorang ibu dan mengasuh anak, ini tidak bisa diterima. Kita juga bisa, hal ini klien kami ini seorang ayah juga mencari nafkah. Sedang mengasuh anak, selama ini dilakukan oleh baby sister,” jelasnya.

“Kalau mau tahu siapa salah dan benar tadi, cukup lihat ke diri kita juga. Untuk itu, keduanya harus ditahan dan jalani sidang secara bersama-sama. Fakta yang diketemukan tim kita yang ada untuk proses persidangan. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” tegasnya.