Detak-Palembang.com PALEMBANG- Aparat kepolisian Polda Sumsel tengah fokus mengamankan Pilkada serentak 2020 berlangsung Ogan Ilir (OI). Bahkan sistem pengamanan berlapis tengah diterapkan.

Hal itu dikatakan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, telah menerjunkan ratusan polisi untuk melakukan proses penebalan keamanan.

“Soal Pilkada, alhamdulilah saya sudah turunkan anggota untuk melakukan penebalan keamanan disana. 1 SKK Brimob OI sudah siap dari kita (Polda Sumsel) sekitar ada 250 petugas kepolisian. Lalu kita juga dibantu oleh 50 anggota TNI,”ucapnya.

Ternyata itu dampak dari Komisi pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir mendiskualifikasi pasangan calon (paslon) petahana Ilyas Panji Alam-Endang Putra Utama Ishak.

Lalu Kapolda Sumsel, berharap masyarakat OI tetap tenang. Dia meminta agar kondusif karena kenyamanan akan terganggu apabila terjadi protes.

“Saya minta masyarakat OI tenang! Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan sendiri. Tentunya kami juga tetap akan menjaga Kamtibmas,”tegasnya

“Jadi begini memang itu sudah keputusan (KPU). Tapi itu belum final karena ada upaya konstitusional dari Paslon. Jadi saya harap masyarakat untuk tetap kondusif,”ujarnya lagi.

Sementara itu Komisi pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir mendiskualifikasi pasangan calon (paslon) petahana Ilyas Panji Alam-Endang Putra Utama Ishak pada Pilkada serentak 2020. Mereka didiskualifikasi karena melakukan pelanggaran administrasi.

Menurut KPU OI keputusan didiskualifikasi karena melanggar Pasal 71 ayat 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Keputusan ini dibuat setelah pasangan calon ini dinilai melakukan pelanggaran sesuai rekomendasi Bawaslu.