Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Alex Fernandus

Detak-Palembang PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menjamin Kota Palembang salah satu tempat aman dari produksi limbah sampah medis.

Lantaran diberbagai Kota di Indonesia tengah di sibukkan dengan terus bertambah limbah sampah medis dampak dari pandemi.

“Kota Palembang tidak ada sampah medis. Sampah medis dikelola oleh rumah sakit. Mereka ada incinerator untuk mengolahnya sendiri,”kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Alex Fernandus Kamis,(29/10/2020).

Dilanjutkannya sampah medis langsung dibakar oleh pihak rumah sakit. Hal itu berdasarkan arahan pemerintah kepada pihak rumah sakit.

“Mereka langsung membakar sampah produksi medis. Jadi tidak ada lagi kamu menemukan sampah-sampah medis di buang ketempat sampah umum,”tuturnya

Diakuinya sejak pandemi Covid-19 melanda di bulan Maret lalu Pemerintah Kota (Pemkot) mewanti-wanti agar sampah rumah sakit tidak tercampur sampah umum. Itu sebagai bentuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

Sementara itu soal penggunaan masker Alex menuturkan apabila dibuang itu tergolong sampah umum. Karena masker ataupun hentenitaiser kerap digunakan warga dikatakannya sebagai alat pencegah saja bukan alat medis.

“Sampah medis itu adalah yang digunakan oleh pasien di rumah sakit. Kalau masker hanya bersifat antisipasi saja pencegahan bukan tergolong sampah medis,”ucapnya

Selain itu selama pandemi pun pihaknya tidak terlalu banyak mendapatkan sampah masker dari dampak pandemi. Karena disebutnya warga Palembang kerap menggunakan masker kain yang dicuci lalu digunakan kembali.

“Kalau sampah masker juga biasa saja tidak terlalu banyak. Memang sering ditemukan tapi biasa saja. Karena memang warga Palembang tidak menggunakan masker medis yang sekali pakai itu. Warga banyak menggunakan masker kain jadi tidak banyak sampah masker yang dibuang,”pungkasnya