Detak-Palembang.com PALEMBANG- Sebuas apapun seorang harimau tidak akan mencakar dan menerkam anaknya. Hal itu justru terbalik seorang bapak bernama Helios Juliantara (24) tega sekali menggantung anaknya berinisial AA berumur 2 tahun hanya karena kesal dengan sang istri.

Atas perbuatannya itu dia harus menginap di lantai dingin sel Polrestabes Palembang setelah ditangkap unit Perlindungan Perempauan dan anak (PPA), Polrestabes, Palembang, pimpinan Kasubnit IPDA Hj Fifin Sumailan di kediamannya, Sabtu (19/9).

Aparat kepolisian Polrestabes Palembang menggelar jumpa pers dengan awak media terkait penangkapan pelaku di Mapolrestabes Palembang pada Kamis,(1/9).

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasat Reskrim, AKBP Nuryono mengatakan, aksi yang dilakukan pelaku berawal dirinya cek-cok mulut dengan sang istri yang terjadi pada bulan lalu (Agustus, red) dan terjadi KDRT terhadap korban.

“Tidak tahan dengan prilaku suaminya, menurut pengakuan korban dia kabur dari rumah dan meninggalkan anaknya AA dirumah, Jumat (18/9),” ujarnya, Kamis (1/9).

Akibat sang istri tidak kunjung pulang, pelaku pun memberikan ancaman mulai dari perut AA diberikan lipstik merah, agar terlihat berdarah, dan dikirim ke messenger Facebook korban, hingga AA pun digantung oleh Helios dengan mengunakan sehelai kain.

Mendapati video itu pun membuat Febi pun resah dan akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polrestabes, Palembang. “Tertangkapnya pelaku dari adanya laporan korban terkait kasus KDRT dan Perlindungan Anak. Lalu kita tindaklanjuti dan menangkap pelaku saat berada di rumah,” bebernya.

Untuk saat ini pihaknya masih mendalami, terkait adanya LP lain tentang kasus yang sama perlindungan anak dimana pelaku pernah dilaporkan mematahkan kaki anaknya pertama. Atas ulahnya pelaku terancam UU Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.