Detak-Palembang.com PALEMBANG- Saat aksi mahasiswa tolak RUU Cipta Kerja aparat kepolisian Polrestabes dikabarkan mengamankan, Amir Iskandar (24) pada hari Senin,(12/10).

Hal itu langsung direspon pihak Polrestabes Palembang langsung memberikan keterangan pers terkait kronologis dan status yang bersangkutan.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasatreskrim, AKBP Nuryono menjelaskan, dalam pengamanan unjuk rasa yang dilakukan oleh elemen mahasiswa dan buruh kali ini, pihaknya mengamankan sejumlah pemuda dan pelajar.

“Hari ini kita mengevakuasi sejumlah pelajar dan beberapa pemuda dalam pengamanan unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja, total ada 65 orang,” kata Anom, Senin (12/10), saat menggelar jumpa sekitar pukul 23.30 WIB.

Dilanjutkannya
dari 65 orang yang diamankan tersebut, Anom menyebut ada satu orang ditetapkan sebagai tersangka berinisial Am (24), dan dikenakan Pasal 212, 213 KUHP, yakni tidak mengindahkan perintah aparat kepolisian saat pengamanan.

“Dari beberapa alat bukti yang diamankan dan keterangan dari saksi-saksi, Am kita tetapkan sebagai tersangka,” tegas Anom.

Kronoligisnya, jelas Anom, saat polisi mengamankan sejumlah anak sekolah di depan Stadion Kamboja, tersangka Am berupaya menghentikan tindakan kepolisian.

“Kita sudah ingatkan tersangka untuk menjauh, tapi tersangka melakukan pemaksaan dan menghina anggota dengan kata-kata tidak pantas, bahkan sempat membuat luka anggota,” beber Anom.

Ditanya apakah tersangka Am adalah Amir Iskandar, Ketua Eksekutif Kota LMND Palembang?

“Dari hasil BAP, tersangka Am memberikan keteran sebagai wiraswasta, umur 24 tahun, alamat di Kecamatan Ilir Barat I. Jadi kita memberikan keterangam pers sesuai BAP,” jelas Anom.

Saat ini, Am dan beberapa alat bukti berupa 1 baju kemeja lengan panjang warna merah, 1 toa, 1 HP, dan 1 kartu identitas, telah diamankan di Mapolrestabes Palembang.