Detak-Palembang.com PALEMBANG- Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) menjadi venue utama Piala Dunia U-20 pada Mei 2021 di Palembang telah selesai 80 persen tinggal 20 persen lagi.

Hal itu diutarakan Ketua Asprov PSSI (Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) Sumsel Ucok Hidayat mengatakan, GSJ telah selesai 80 persen. Sedangkan venue kedua di Stadion Bumi Sriwijaya baru rampung 15 persen.

“Stadion GSJ rumput sudah selesai dan beberapa fasilitas lainya sekitar 80 persen rampung. Kalau stadion kedua Bumi Sriwijaya pekerjaan baru 15 persen,”kata Ucok Minggu, (25/10)

Menurutnya untuk renovasi kedua stadion perhelatan Piala Dunia U-20 ada beberapa fasilitas yang ditambah serta di perbaiki. Terdiri dari rumput, lampu, layar papan skor, kursi tribun, bangku cadangan, ruangan pemain, WiFi dan peningkatan fasilitas area.

“Stadion GSJ untuk rumput kita rombak total dilakukan oleh PT Jakabaring Sport City. Selebihnya dilakukan oleh Pemprov dan PUPR. Untuk kursi tribun tidak ada penambahan hanya saja warna kita ganti merah putih,”jelasnya.

Dilanjutkannya selain menggunakan dua stadion utama untuk venue. Pihaknya juga harus mempersiapkan tiga stadion latihan sesuai standard dari FIFA selaku induk olahraga sepakbola Internasional.

“Tiga lapangan latihan itu kita gunakan venue baseball, venue panahan dan venue atletik semuanya ada di komplek olahraga Jakabaring Sport City. Tapi untuk renovasi pada bulan Oktober atau November dilakukan oleh PUPR Pusat,”ucapnya

Direncanakan perhelatan Piala Dunia U-20 pada Mei 2021 dilakukan selama satu bulan sampai Juni 2021 di Palembang. Nah disebutkannya Palembang akan mendapatkan jatah grup terdiri dari empat tim atau empat negara bertanding sebanyak enam kali.

“Kita juga mendapatkan kabar empat negara yang akan bertanding nanti akan diinapkan di enam hotel berbintang di Palembang,”ucapnya lagi

Disinggung soal teknis peliputan Piala Dunia apakah proses verifikasi media dilakukan PSSI Sumsel. Ucok menjawab verifikasi media dilakukan oleh PSSI pusat bersama dengan FIFA. “Untuk media center juga nanti PSSI dan FIFA yang urus seperti apa. Karena katanya media juga harus di verifikasi dulu,”pungkasnya