Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto

Detak-Palembang.com PALEMBANG –  Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang menjamin keamanan internet gratis (Wi-Fi). Karena konten tidak sesuai telah diblokir agar tidak bisa di akses pelajar SD dan SMP.

Pasalnya Disdik telah meluncurkan 60 tower pemancar Wi-Fi gratis untuk pelajar SD dan SMP. Ini dilakukan guna membantu proses belajar siswa dalam jaringan (Daring) selama masa pandemi berlangsung.

“Wi-Fi gratis untuk pelajar SD dan SMP di Kota Palembang kita jamin keamanan. Karena semua akses atau konten yang tidak sesuai untuk telah kita tutup,”kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto Minggu,(18/10/2020)

Menurutnya bukan hanya konten bersifat dewasa saja. Dia juga menjamin pelajar tidak bisa menggunakan Wi-Fi gratis untuk bermain game online. Selain telah menutup akses games dan konten dewasa Disdik memiliki admin pemantau server. Karena Wi-Fi bisa dipakai selama 24 jam apabila ada akses terlacak digunakan langsung bisa diblokir.

“Games dan konten dewasa kita blokir, tetapi Youtuber dan Google tidak. Selain belajar online bersama guru pelajar bisa menggunakan internet menambah ilmu pengetahuan. Tapi selama 24 jam pemakainya Wi-Fi dipantau admin kita,”ujarnya.

Dilanjutkannya pelajar SD dan SMP bisa menikmati belajar di rumah. Bagaimana cara pelajar menikmati Wi-Fi gratis itu? Pelajar akan mendapatkan link dan untuk login menggunakan user name nama lengkap pelajar dan password menggunakan nomor induk siswa. Sedangkan guru menggunakan Nomor Induk Pegawai (NIP).

“Penikmat Wi-Fi gratis tidak hanya siswa dan guru saja. Pengawai Disdik juga karena untuk keperluan pekerjaan.

Kalau yang belum PNS dia menggunakan NUPTK. Nah, kalau yang belum NUPTK namun dia masih honorer, nanti akan kita carikan kodenya bagaimana,”jelasnya. 

Disdik sendiri telah meluncurkan 60 titik tower Wi-Fi pada bulan Oktober dan telah selesai pada bulan ini. Sedangkan target sendiri 400 titik untuk ditempat perbatasan di Kota Palembang agar daerah pemukiman bisa terjangkau juga Wi-Fi gratis tersebut

“Awal kita punya ide ini dari banyaknya keluhan wali murid karena beli kuota mahal. Makanya kita menggunakan dana BOS memang diperbolehkan Kemendikbud. Sekarang baru terpasang 60 titik untuk 60 sekolah. Sedangkan sekolah di Palembang ada 309 namun target tahun depan bisa sampai 400 titik hingga daerah pemukiman,”pungkasnya.