Detak-Palembang.com PALEMBANG- Aksi mahasiswa tolak RUU Cipta Kerja rusuh hingga satu mobil polisi dirusak terjadi di depan Gedung DPRD Sumsel Kamis,(8/10).

Kerusuhan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB kali ini mahasiswa datang dengan jumlah dua kali lipat lebih banyak dari aksi sebelumnya.

Pantauan Detak-Palembang.com di lokasi awalnya mahasiswa menggelar aksi berbeda di dua titik massa pertama berada di simpang lima lampu merah DPRD Sumsel dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Lalu massa kedua dengan jumlah yang sama berada di air mancur.

Sekitar pukul 14.00 WIB kedua massa akhir bergabung dan bersama-sama menuju ke gedung DPRD Sumsel. Setiba di gendung DPRD massa menurunkan bendera merah putih setengah tiang dengan alasan telah mati nya hati nurani anggota DPRD karena ingin membuat UU yang disebutkan berpihak kepada kaum pemilik modal dan origarki.

Tiba-tiba sekitar pukul 17.00 WIB dari arah tengah massa mahasiswa melemparkan botol air minum hingga terjadi komplik.

Polisi mencoba memukul mundur massa dengan gas air mata dan melancarkan tembakan ke atas. Massa semakin brutal bahkan satu mobil Dit Pam Obvit Korps Sabhara Polda Sumsel berplat V 40001-16 rusak parah.

Hingga berita ini diturunkan pukul 18.00 WIB massa mahasiswa masih berada di seputar jalan DRPD Sumsel dengan membakar ban.