Detak-Palembang.com PALEMBANG- Kemensos RI meluncurkan bantuan beras sebanyak 300.000 ton untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) hari ini.

Hal itu langsung di launching pemerintah kota (Pemkot) Palembang di Kecamatan Sukarame, Selasa (15/9/2020).

Penyaluran itu diberikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa bersama Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Heri Aprian.

Menurut Sekda Ratu Dewa mengatakan,
pemerintah pusat memberikan beras 15 kg perbulan diberikan selama tiga bulan untuk 52.494 KK penerima PKH.

Katanya ini diluar bantuan rutin biasanya dimana setiap KPM mendapatkan minimal Rp600 ribu. Beras diberikan berasal dari Bulog dengan kualitas medium terkait program pandemi Covid-19

“Bantuan ini dikhususkan bagi penerima PKH selama tiga bulan berturut-turut muali dari Agustus sampai Oktober, perbulannya 15kg. Selanjutnya kita menunghu keputusan dari pusat,”kata Ratu Dewa.

Dilanjutkannya mekanisme penyaluran disebutkannya setiap bulannya Bulog mempersiapkan beras. Lalu dikirimkan ke 107 Kelurahan seterusnya disalurkan penerimaan PKH.

“Jadi selama tiga bulan ini PKH mendapatkan 45kg beras. Mereka sudah diverifikasi dan memang merupakan masyarakat miskin yang layak mendapatkan PKH,” katanya.

Ditambah Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Heri Aprian mengatakan, penerima PKH ini tidak juga bertambah. Sebab ada yang sudah lebih baik ekonominya dan beberapa KPM tidak lagi masuk dalam semua komponen penentu penerima PKH. Pihaknya, melalui pembina PKH memberikan pengertian agar tidak mengandalkan bantuan PKH dan diharapkan menjadi lebih kreatif.

“Pertriwulan kita lakukan pemutakhiran atau update apakah keluarga itu masih memiliki komponen PKH, bertambah ataupun berkurang,” katanya.

Dilanjutkannya setiap keluarga menerima bantuan sesuai komponen yang ada. Yakni, keluarga yang memiliki ibu hamil, balita, lansia dan disabilitas mendapatkan Rp2,4 juta pertahun, sementara yang di dalamnya ada komponen memiliki anak SD Rp900 ribu pertahun, SMP Rp1,5 juta pertahun dan SMA Rp2 juta pertahun.