Detak-Palembang.com PALEMBANG- Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Kota Palembang yang berada di Jalan Merdeka akan menjadi tempat eksekusi penegakan Perwali yang akan diberlakukan besok Kamis 17 September 2020.

Lokasi itu akan di tempati Tim gugus tugas Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan beragama elemen pendukung seperti Pol PP, Polrestabes Palembang dan Kejari Kota Palembang.

Eksekusi dilakukan mulai dari penerapan sanksi hukuman ringan sampai digelarnya sidang tempiring terkait untuk menetap sanksi denda uang.

Berdasarkan informasi denda untuk perorangan akan diterapkan mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu. Sedangkan untuk sanksi tempat usaha seperti mall dan lainya dimulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 Juta.

Salah satu eksekutor penerapan Perwali nomor 27 tahun 2020 tentang adaptasi kehidupan baru di tengah pandemi COVID-19 adalah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kepala Satpol PP Kota Palembang, Guruh Putra Jaya mengatakan, pihaknya menerjunkan ratusan anggota untuk penindakan sanksi langsung bagi pelanggar aturan, terutama tidak mengenakan masker dan langsung dibawa ke lokasi sidang Posko Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat).

“Hari ini kita sudah mempersiapkan (anggota) karena sosialiasi (perwali) sudah seminggu, dan hari ini (sosialiasi) terakhir,” katanya, Rabu (16/9/2020).

Ia menegaskan, setelah sosialisasi berakhir, secara otomatis pemberlakuan sanksi atas Perwali nomor 27 tahun 2020 langsung berlaku dengan tingkatan sanksi-sanksi, lisan atau teguran, sosial dan sanksi bayar denda tergantung kesalahan yang dilanggar masyarakat di lapangan.

“Besok (Kamis, 17/9/2020) sanksi berlaku, dan aturan ini dimohon bantuan masyarakat untuk mentaati. Jadi sanksi besok ada pilihan sanksi sosial atau denda, sanksi sosial bersih-bersih, mereka (pelanggar) yang menentukan (sanksi),” tegas Putra.

Selain personil SatpolPP, sambung dia, petugas gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Operasional Perangkat Daerah (OPD) serta Forkompimda juga turut terlibat dalam pelaksanaan Perwali nomor 27 tahun 2020 di lapangan, sehingga penerapannya berjalan lancar.

“Penindakan (sanksi dan sidang) di Monpera, rute penjaringan personil dibagi, ada di lokasi fasum, mal, pasar, tempat usaha dan restoran yang dilakukan sepanjang 1×24 jam termasuk pantauan mobile,” jelasnya.

Sistem pemberian sidang tindak pidana ringan (tipiring) bagi pelanggar, dilakukan dengan penerapan penjaringan dan dikumpulkan terlebih dahulu lalu dibawa ke Monpera untuk langsung diberikan sanksi sesuai tingkat kelalaian masyarakat di area publik.

“Warga mestinya sudah paham tentang informasi sosialisasi, karena sudah tersebar. Pelaksanaan sanksi berlaku 14 hari ke depan,”pungkasnya