Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda

Detak-Palembang.com PALEMBANG- Di tengah pandemi musibah kebakaran kembali di alami warga Palembang. Kali ini lima rumah hangus ditelan si jago merah di Jalan Ki Gede Ing Suro Lorong Pahlawan Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II, Selasa, (22/9/2020).

Musibah itu langsung di respon Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda untuk meminta komentar warga apa yang harus di bantu oleh pemerintah.

“Saya tadi sudah berdiskusi dengan warga apa kebutuhan mereka. Tentunya hal ini menjadi pukulan berat kita semua di tengah pandemi, kita juga mengalaminya musibah seperti ini,”katanya

Dari lima rumah dari 9 kepala keluarga (KK) korban kebakaran meminta sesuatu hal yang sangat penting kepada Wawako? Yaitu ternyata bukan sembako atau bantuan uang, melainkan korban meminta dipermudahkan mengurus kebutuhan surat surat berharga.

“Yang mereka inginkan sekali itu mengenai surat menyurat penting. Seperti sertifikasi ijazah dan surat surat lain. Tentunya akan kita bantu mempermudah pengurusannya, “ucapnya

Dilanjutkannya namun pihaknya berencana akan kembali membangunkan kembali rumah seperti korban kebakaran lainnya di Kota Palembang.

Disisi lain Finda nama sapaan Wawako berpesan kepada warganya agar berhati-hati. Menurutnya pantauan selama kurung waktu enam bulan sudah 5 hingga 6 musibah kebakaran terjadi di Kota Palembang.

“Ini lagi musim kemarau warga harus hati-hati. Jangan meninggalkan kompor saat memasak dan sebagainya,”himbaunya

Sementara itu sebelumnya kebakaran terjadi sekitar pukul 7.00 WIB. Hal itu diutarakan Siti Sulaiha (32) mengatakan, saat itu dia hendak pergi kerja tiba-tiba api sudah membesar. Bahkan dia tidak sempat menyelamatkan semua barang-barang miliknya.

“Alhamdulilah tidak ada korban jiwa tapi kejadian cepat sekali tidak sampai menyelamatkan barang-barang. Saat itu pagi tiba tiba api sudah besar,”ucapnya

Dari kejadian itu pun sampai sekarang penyebab kebakaran belum diketahui. Namun berdasar informasi sempat terdengar titik api pertama terlihat dari rumah warga merupakan dapur. Karena lokasi notebene rumah panggung dan berjarak sangat dekat akhir si jago merah melalap lima rumah hingga akhirnya dipadamkan.