Detak-Palembang.com PALEMBANG- Kesulitan ekonomi terlebih lagi di masa sulit membuat pasangan suami istri (pasutri) nekat menjadi kurir sabu-sabu dengan upah Rp 500 ribu.

Alhasil keduanya Imam (30) dan Suryati alias Ria (32) harus meringkuk dibalik jeruji besi sel tahanan Narkoba Polrestabes Palembang, atas kepemilikan tiga paket sabu seberat 32,27 gram, Rabu (23/9/2020).

Menurut keterangan Suryati suaminya tidak memiliki pekerjaan. Sedangkan dia harus makan membuat mereka nekat menerima tawaran sebagai kurir sabu-sabu.

“Ini yang kedua kalinya untuk memenuhi pesanan Bik Cek (DPO). Untuk yang pertama, saya diupah Rp 250 ribu untuk mengantarkan paket seharga Rp 10 juta. Nah, yang tiga paketan ini bernilai Rp 15 juta dan saya dijanjikan upah sebesar Rp 500 ribu. Saya pikir lumayan untuk makan, karena suami saya tidak ada pekerjaan,”katanya

Penangkapan tersangka berawal saat anggota Hunter melihat gelagat mencurugakan kedua tersangka, di Jalan Syakyakirti tepatnya Taman Purbakala Sriwijaya Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Palembang, Selasa (22/9/2020) pukul 18.30 WIB.

Kemudian polisi melakukan pengeledahan, ternyata diketemukan sabu. Polisi juga mengamankan sepeda motor Merk Honda jenis Scopy BG 5918 ABW warna Hitam Merah, tas pinggang dan handphone jenis samsung putih sebagai barang bukti alat transportasi pelaku saat menjalankan pekerjaan sebagai kurir.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, pihaknya memang kerap melakukannya patroli di setiap hari. Terlebih lagi unit Hunter memang memiliki tugas menyisir keamanan warga di Kota Palembang.

“Kini kita masih lakukan pengembangan, baik asal barang maupun pelaku yang terlibat. Mereka merupakan kurir sabu yang menurut pengakuannya, sudah dua kali mengedarkan sabu. Sekarang kami masih memburu pelaku lainnya,”ucapnya saat melakukan press release penangkapan pelaku