Detak-Palembang.com PALEMBANG-
Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Prof Eko Heri mengatakan, warga Palembang masih banyak kurang kesadaran pentingnya menggunakan masker di masa pandemi Covid-19.

Hal itu diutarakan saat memimpin gelaran apel pertama Operasi Yustisi dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan (PDPK) dalam penerapan Perwali di pelataran Monpera Kamis,(17/9/2020)

“Penanganan covid 19 ini sangatlah penting, TNI, Polri, Pemda dan stacke holder lainnya, kenerjanya tidak akan maksimal, jika tidak ada bantuan dan dukungan masyarakat. Untuk peringatan yang sudah dilakukan, masih ada saja, masyarakat yang nakal-nakal dikit. Dari itu kita berikan teguran, namun tentunya teguran yang humanis sesuai dengan Perwali dan Pergub,” papar Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Prof Eko Heri, saat diwawancarai awak media.

Sementara, Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa menjelaskan hari ini adalah penindakan terhadap masyarakat yang masih membandel. Terlebih lagi status Kota Palembang hingga sekarang masih turun naik akibat warga dinilai membandel tersebut.

“Tidak menggunakan masker akan disanksi administrasi dari Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu. Tidak hanya perorangan mall dan tempat usaha kita juga tindak apabila tidak menjalankan protokol kesehatan mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 Juta,”tegasnya

Sementara Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, mengatakan, saat melakukan operasi yustisi pihaknya mengamankan satu orang warga berinisial AR. Warga itu diduga saat terjaring operasi dalam pengaruh narkoba jenis ekstasi karena terdapat ke anehan tingkah laku pelaku di dalam mobil.

“Benar, sudah kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.