Detak-Palembang.com – PALEMBANG – Anomali cuaca disaat memasuki puncak musim kemarau tahun 2020 ini, membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dan pihak terkait lainnya seperti TNI, Polri, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, KLHK dan masyarakat peduli api Manggala Agni serta regu damkar perusahaan harus melakukan upaya antisipasi guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih masif.

Di Indonesia Karhutla ada di 7 provinsi yaitu provinsi Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel dan Kaltim. Dan untuk penanganannya diperlukan pencegahan terpadu lintas daerah, kab/kota dan lintas sektor. Karena kebakaran tidak bisa hanya sinergi lintas sektor tapi mesti multipihak.

Bencana karhutla ini harus menjadi fokus perhatian karena dampaknya yang tidak sedikit. Selain dapat menyebabkan gangguan kesehatan, sosial, lingkungan dan ekonomi tapi juga dapat mengancam hubungan antar negara.

Seiring memasuki puncak kemarau tahun ini, karhuta mulai melanda di beberapa wilayah di Sumsel. Seperti yang terjadi di areal lahan gambut yang berada di Desa Ulak Petangisan, Kecamatan Pemulutan Barat, Ogan Ilir, Selasa (4/8).

Kebakaran ini sedang ditangani oleh tim gabungan BPBD Ogan Ilir dan Manggala Agni. Tim berupaya memadamkan api dengan menggunakan pompa air dan peralatan-peralatan yang dimiliki, selain itu pemadaman dilakukan dari udara dengan water bombing.

Dana Penanganan Karhutla

Untuk menanggulangi bencana Karhutla, tak tanggung-tanggung, Pemprov sudah mengguyurkan dana hingga Rp37 miliar dari 100 miliar yang disiapkan untuk 10 daerah dan wilayah yang sering terjadi Karhutla. Diantaranya yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir (OI), Muara Enim, Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Musirawas, Musirawas Utara dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Siagakan 9 Unit Heli dan 8000 Petugas

Sebanyak 9 unit heli water bombing disiagakan untuk menanggulangi karhutla sebagai alat pemadam yang dilakukan dari udara. Kendaraan udara untuk water bombing ini didatangkan langsung dari Rusia sebanyak 8 unit dan 1 unit dari Amerika.

“Dengan melihat 9 water bombing yang siaga dengan 8 unit kapasitas 4 ton berasal dari Rusia dan 1 unit kapasitas 5 ton berasal dari Amerika yang besar sekali. Dan satu pesawat patroli dan satu pesawat cesna, begitu lengkapnya peralatan dengan pembiayaan yang dibilang hampir unlimited. Kita satgas kolaboratif unsur Tni/Polri serta pemerintah daerah tetap saja yang paling penting adalah peran masyarakat.” Ungkap Gubernur Sumatera Selatan saat meninjau perlengkapan di Base Op Lanud Talang Betutu, Rabu (29/7) lalu.

Dengan jumlah lebih dari 1,4 juta hektar lahan gambut yang ada dan berpotensi terjadi kebakaran di 10 kabupaten/kota yang rawan kebakaran, gubernur berharap seluruh masyarakat sumsel dapat memberikan informasi titik api guna mencegah karhutla.

Pemprov Sumsel nampaknya tidak akan main-main dalam menangani permasalahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Selain menggelontorkan bantuan keuangan kepada 10 kabupaten, pemprov siapkan 8000 personil yang tersebar di beberapa kabupaten di Sumsel, serta gubernur menunjuk Bupati/ Walikota sebagai Ketua Satuan Tugas di masing-masing kabupaten/kota.

Jelang Piala Dunia U-20

Sumsel sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U-20 tidak mau gagal hanya karena karhutla tidak terkendali. Untuk itu pemerintah dalam penanggulangan bencana karhutla dipastikan mendapat atensi khusus dari Pemprov Sumsel.

hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Peningkatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel, Rabu (5/8) di Hotel Arista.

Menurut Mawardi, sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan World Cup U-20 di Stadion Jakabaring, pihaknya tentu harus menjaga nama baik daerah dan juga negara. Oleh karena itu dengan antisipasi sejak dini, Ia berharap Karhutla di Sumsel dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Sekarang ini kan kita masih terus dinilai (untuk kelayakan tuan rumah Piala Dunia U-20), makanya koordinasi penanggulangan seperti ini penting sekali supaya Karhutla tidak terjadi,” tegasnya.

Didukung Pangdam II/Swj dan Kapolda Sumsel

Pangdam II/Sriwijaya menilai langkah dan kebijakan Gubernur Sumsel dengan memberikan bantuan tersebut merupakan bentuk keseriusan dalam menyikapi persoalan karhutlah yang hamper setiap tahun melanda.

Sebab itu, sebagai institusi yang terlibat dalam penanggulangan karhutlah di Sumsel, pihaknya menurunkan sedikitnya 1000 personel TNI untuk melakukan pencegahan, pengawasan di titik-titik rawan karhutlah.

“Tentu ini langkah serius dari Gubernur dan harus didukung penuh. Karena itu, kita pun sudah siapkan seribu personil untuk pengawasan dan penanggulangan. Kalau kurang, kita tambah lagi. Tapi intinya kita sudah menyiapkan. Terlebih kita juga sudah membentuk subsatgas di kabupaten/kota, dan ini tinggal berjalan saja,” tutur Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan di Lapangan Kebun Raya Sriwijaya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (30/6) yang lalu.

Senada dengan itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri mengatakan karhuta ini sudah setiap tahunnya terjadi. Maka itu dalam menanggulanginya dibutukan edukasi serta ajakan secara masif ke masyarakat agar tidak membuka lahan secara ilegal.

“Beberapa hari kamarin saya sudah mengecek kekuatan personil dan ketersedian peralatan untuk digunakan Karhutla namun alat ini sebagai konsep terakhir dengan harapan karhutlah tidak terjadi tahun ini,” katanya.

“Pencegahan ini kita bisa lakukan secara bersama. Kami juga sudah menyebarkan maklumat kepada masyarakat tentang dampak dan bahayanya Karhutla. Bahkan kami juga sudah membentuk relawan peduli karhutla,” papar Kapolda.