Detak-palembang.com – Boven Digoel, Papua,- Beragam keahlian harus bisa dimiliki
oleh prajurit yang ditugaskan untuk menjaga daerah perbatasan. Setelah
sebelumnya menjadi tenaga kesehatan, kini, Satgas Yonif Mekanis 516/CY
itu juga dituntut untuk bisa menjadi guru bagi para pemuda yang tinggal
di perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

             Dengan penuh kesabaran Satgas di bawah kendali Letkol Inf
Muhammad Radhi Rusin itu mengajar di sebuah Sekolah Menengah Pertama
Negeri (SMPN) Arimop, Distrik Arimop, Kabupaten Boven Digoel, Papua.
Rabu, 12 Agustus 2020.

             Danpos Arimop, Serka Diduk yang ditunjuk untuk menjadi guru
pengajar di sekolahan itu mengatakan jika sebelumnya, pihaknya telah
berkoordinasi terlebih dulu dengan pihak SMPN setempat. “Kita saling
bekerjasama dalam memberikan ilmu maupun wawasan. Sehingga, proses
belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

             Selain pembinaan karakter, dirinya juga memberikan
pembekalan bela negara, patriotisme dan semangat nasionalisme. “Itu
harus dimiliki oleh generasi muda di perbatasan ini. Sehingga, mereka
memiliki jiwa patriotisme dan cinta tanah air (NKRI),” bebernya.

             Alhasil, upaya itupun diapresiasi oleh Dansatgas Yonmek 516,
Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin. Dihubungi melalui via seluler miliknya,
Letkol Radhi menuturkan jika keterlibatan personelnya dalam proses
belajar mengajar itu, ditujukan unutk meningkatkan kualitas pendidikan
di daerah perbatasan. “Terutama meningkatkan segi SDM masyarakat,”
pungkasnya.