Bubuk jahe yang diproduksi UPPKS Kampung KB Layang-Layang Palembang (Inge / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang, PALEMBANG – Kampung KB Layang-Layang di Jalan Sungai Tawar II Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), tidak hanya dikenal sebagai kawasan produsen mainan layang-layang saja.

Namun kini, kawasan ini akan dicanangkan menjadi Kampung Jahe oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Di kawasan ini, para warga sedang giat membudidayakan tanaman jahe. Rempah-rempah khas nusantara ini, juga menjadi bahan baku produksi minuman untuk kesehatan.

Jahe sendiri menjadi salah satu rempah-rempah tradisional, yang dipercaya bisa meningkatkan imun dan mencegah tertularnya Corona Covid-19.

Ternyata, bahan baku jahe ini dimanfaatkan para Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kampung KB Layang-layang Palembang ini, menjadi ladang bisnis ala rumahan.

Ketua Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Kampung KB Layang-Layang Palembang Nefiri mengungkapkan, pembinaan dilakukan oleh para dosen Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) sejak tahun 2017 lalu.

Mereka pun dilatih bagaimana cara menanam jahe dan memproduksi menjadi jahe bubuk.

Kelompok UPPKS Kampung KB Layang-Layang Palembang ini pun, sudah memproduksi bubuk jahe kemasan pada bulan September 2019 lalu.

“Kita menjual paket bubuk jahenya sebesar Rp10.000 hingga Rp15.000 per kemasan,” katanya, Senin (6/7/2020).

Proses pembuatan bubuk jahe kemasan dilakukan selama satu jam, mulai dari mengupas, memblender hingga memasak jahe tersebut.

Lalu, mereka mencampur beberapa bahan lainnya seperti gula pasir, jinten, kapulaga, daun pandan dan lada hitam.

“Biasanya seminggu sekali kita produksi. Sejauh ini, pesanan datang di saat ada acara-acara tertentu,” ujarnya.

Direktur Pascasarjana UMP Sri Rahayu mengatakan, ini merupakan program pengabdian para dosennya ke masyarakat.

Ada 1 kelompok UPPKS Kampung KB Layang-Layang, yang terdiri dari 10 orang IRT di kawasan tersebut yang dibina.

Produk yang dihasilkan sendiri yaitu bubuk jahe, yang bisa diseduh menjadi minuman khas rempah-rempah.

Produknya sendiri masih dipasarkan melalui online. Bahkan ada beberapa relasinya yang sudah memesan paket bubuk jahe itu, seperti Internasional Marketing Asosiasi (IMA).

“Rencananya akan kita jadikan sovenir khas daerah ini, dengan memberdayakan ibu-ibu di sini, untuk menjadi usaha sampingan,” ujarnya.