Puluhan juri parkir diamankan polisi karena diduga tidak memiliki izin

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Maraknya laporan masyarakat terkait menjamurnya juru parkir (jukir) liar. Alhasil dilakukan tindakan oleh aparat kepolisian Sat Sabhara Polrestabes Palembang melakukan sidak hingga puluhan juru parkir di kawasan Kalidoni, Sako dan Ilir Timur II, di Kota Palembang diamankan Kamis (2/7).

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Sabhara, AKBP Sonny Triyanto dan Katim Tipiring, Aiptu Samsu mengatakan dari 23 orang juru parkir yang diamankan akan dilakukan pendataan dan pengembangan, Jumat (3/7).

“Kita akan terus melakukan pengembangan terkait penegakan Perda retribusi parkir.Apakah memang sudah benar atau ada indikasi lain semacam pungli atau sebagainya, dan kita akan terus dalami,” tegas Anom.

Dilanjutkannya, pihaknya beserta seluruh jajaran Polrestabes Palembang akan konsisten dalam menindak serta menggali informasi terkait dugaan lain.

“Kita akan tetap konsisten dalam hal ini, dan akan terus mendalami apakah retribusi tersebut memang disetorkan ke kas Negara atau ada oknum lain yang terindikasi melakukan pemerasan,” katanya.

Saat dibincangi salah satu jukir Nasrullah (30) warga Kenten mengatakan, selama ia menjadi juru parkir selalu menyetorkan sejumlah uang retribusi ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang.

“Kami setiap bulannya selalu menyetor, kalau tidak musim covid kami setor kami bisa sampai Rp. 400 ribu perbulan, tapi karena covid ini parkiran sepi, jadi kami cuma mampu menyetorkan Rp. 200 ribu saja perbulannya untuk retribusi,”pungkasnya

Selanjutnya, puluhan juru parkir yang diamankan tersebut akan dilakukan pendataan, terkait surat resmi dan mekanisme retribusi jukir selama ini. Giat ini disebut dalam rangka penegakan kedisiplinan Peraturan Daerah (Perda) terkait dengan penertiban retribusi parkir kota Palembang.