Penggunaan aspal karet untuk pembangunan jalan

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Pemberdayaan bahan baku karet untuk pembangunan infrastruktur jalan di Sumatera Selatan (Sumsel), akan kembali direalisasikan.

Pembangunan jalan menggunakan aspal karet ini, akan direalisasikan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

BBPJN Sumsel akan melakukan pembelian karet sebanyak 747,38 ton, yang dibeli langsung dari petani di sejumlah wilayah produsen karet di Provinsi Sumsel.

Kepala BBPJN Wilayah Sumsel Kgs Syaiful Anwar mengatakan, dari 747,38 ton karet yang akan dibeli, sudah terealisasi 248,18 ton.

“Total anggaran yang akan digunakan untuk membeli karet ini sebesar Rp
15,7 miliar,” katanya Jumat (3/7/2020).

Karet yang dibeli ini digunakan sebagai bahan campuran aspal karet. Hal ini merupakan upaya mitigasi dampak Covid-19, untuk menjaga daya beli masyarakat di pedesaan.

Sekaligus untuk menjaga kemantapan ruas jalan nasional, guna mendukung pergerakan orang dan barang (logistik).

“BBPJN Sumsel telah membeli langsung dari petani yang tergabung dalam kelompok petani UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (Bahan Olah Karet) dan telah digunakana di sejumlah ruas jalan nasional,” ungkapnya.

Jalan-jalan yang sudah menggunakan aspal karet ini seperti di simpang Belimbing sampai batas Kabupaten Muara Enim.

Lalu, di Ruas Muara Beliti sampai batas Kabupaten Musi Rawas dan Tebing Tinggi sampai batas Kota Lahat.

“Untuk saat ini masih digunakan untuk jalan lintas tengah, kedepan akan di gunakan juga untuk jalan lintas timur,” ungkapnya.

Campuran aspal karet alam memiliki kelebihan, yaitu dapat meningkatkan kualitas perkerasan aspal dalam hal usia layanan dan ketahanan terhadap alur.

Aspal karet juga memiliki tingkat perkerasan, yang lebih baik dibanding aspal biasa.

Dimana, aspal karet juga tidak mudah meninggalkan jejak roda, pada saat aspal basah serta daya tahan lebih tinggi daripada aspal biasa.

“Selain pembelian aspal karet dari petani, BBPJN Sumsel juga membeli Rosin Ester rencananya akan dibeli sebanyak 26,73 Ton. Resin produksi ini nantinya digunakan untuk pengecatan marka jalan berawarna kuning,” ucapnya.

Menurutnya, resin tersebut terbuat dari getah pohon pinus.

Sehingga lebih ramah lingkungan dibanding dengan CS Petroleum resin sebagai bahan baku untuk cat markah jalan.

Ada juga tingkat rekat produk resin berbahan baku getah pohon pinus, juga dipercaya lebih kuat dan tentunya lebih terjangkau.

“Untuk saat ini kemantapan Jalan Nasional di Provinsi Sumsel sepanjang 1.600 km mencapai 88,22 persen dan untuk kemantapan jembatan mencapai 65,89 persen. BBPJN Sumsel terus berupaya untuk meningkatkan kemantapan jalan dan jembatan di Provinsi Sumsel,” katanya.

Sebagai informasi dengan diterbitkannya Peraturan Menteri PUPR Nomor 16 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian PUPR maka BBPJN V Palembang berubah nama menjadi BBPJN Sumsel dengan wilayah kerja Provinsi Sumsel.