Aparat kepolisian Polrestabes Palembang berhasil mengamankan 220 gram sabu-sabu seharga Rp 100 Juta di HUT Bhayangkara

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Di hari ulang tahun (HUT) Bhayangkara ke-74 tahun aparat kepolisian Polrestabes Palembang Sat Narkoba berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 220 gram seharga 100 juta.

Uniknya tersangka seorang wanita bernama Nisa alias Isa (32) diduga berperan sebagai gudang narkoba yang biasa dititipkan bandar sabu-sabu.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, pihaknya masih mendalami peran dan tugas dari pelaku. Namun yang jelas dengan berhasil menggagalkan peredaran sabu-sabu 220 gram pihaknya telah menyelamatkan 1200 jiwa warga Palembang.

“Masih kita selidiki karena baru ditangkap apa peran ibu ini. Termaksud kepemilikan barang haram tersebut,”jelasnya saat menggelar pres release penangkapan di Mapolrestabes Palembang Rabu,(1/7)

Disebutnya pelaku harus terjerat Pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 tahun tentang Narkotika dengan ancaman penjara minimal 20 tahun maksimal seumur hidup. Dia berharap masyarakat tidak melakukan tindakan melawan hukum meskipun terkendala ekonomi.

Terpisah Kasat Narkoba, AKBP Siswandi mengatakan, anak buahnya sudah mengincar pelaku sejak lama. Bahkan aksi menjadi penyimpan sabu-sabu telah dilakukan pelaku beberapa kali.

“Perannya bisa jadi sebagai gudang narkoba yang dititip bandar. Tapi kita masih selidiki lagi apakah dia juga ikut menjual,”ucapnya

Dilanjutkannya penangkapan pelaku dilakukan hari ini Rabu,(1/7) pagi pukul 10.00 WIB. Pelaku ditangkap di rumahnya di Jalan Segaran Lorong Ujung Tanjung Kelurahan 9 Ilir Kecamatan IT II.

“Kita menemukan satu kresek warna hitam didalam kaleng wafer. Disana ditemukan 4 kantong bening sabu sabu diletakkannya dibelakang rumahnya,”pungkasnya

Dibincangi pelaku Nisa mengatakan, dia memang sadar menjadi penyimpan sabu-sabu. Dia melakukan itu demi mendapatkan uang perhari seharga Rp50 ribu sebagai upah.

“Suami saya tidak kerja saya hanya pembantu rumah tangga. Jadi untuk tambahan uang saya diberi Rp 50 ribu. Tau itu narkoba tapi bagaimana untuk mencukupi kebutuhan ekonomi,”pungkasnya