Hewan kurban (Inge / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Tradisi menyembelih hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha, menjadi aktivitas wajib yang dilakukan umat muslim.

Namun di masa pandemi Corona Covid-19, ada aturan khusus dalam prosesi penyembelihan hewan kurban.

Diungkapkan Kasubag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sumsel Saefuddin, Kemenag telah mengeluarkan aturan terkait pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Sumsel.

Menurutnya, setiap daerah boleh melaksanakannya di lapangan dan masjid, namun ada persyaratan khusus.

“Sebelum penyembelihan kondisi tempat harus dibersihkan dan disemprotkan terlebih dahulu dengan disinfektan, membatasi jumlah pintu keluar masuk tempat pelaksanaan penyembelihan. Ini untuk memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” ucapnya, Kamis (2/7/2020).

Lalu, panitia penyembelihan hewan kurban wajib menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun dan, hand sanitizer di jalur keluar masuk.

Setiap jamaah juga harus diperiksa terlebih dahulu suhu tubuhnya. Jika melebihi suhu 37,5 derajat, maka tidak diperkenankan untuk memasuki area pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

“Jamaah juga harus membawa alat masing-masing, menjaga jarak serta tidak diperkenankan untuk mewadahi sumbangan sedekah dengan menjalankan kotak,” katanya.

Dalam aturan yang diedarkan di wilayahnya, masyarakat khususnya anak-anak dan lanjut usia diimbau untuk tidak diwajibkan untuk mengikuti Shalat Idul Adha.

Serta proses penyembelihan hewan kurban, karena rentan terjadinya penularan.

“Bagi masyarakat yang melaksanakan pun tetap harus menggunakan masker. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, panitia juga harus menerapkan jaga jarak dan dilakukan diarea yang dapat menerapkan jaga jarak tersebut mulai dari penyembelihan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging,” ungkap dia.

Panitia juga wajib menggunakan masker, pakaian lengan panjang, sarung tangan selama di lokasi penyembelihan. Serta harus dalam kondisi bersih, sebelum melaksanakan maupun sesudah pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

“Untuk alat pelaksanaan penyembelian, pengulitan, dan sebagainya, terlebih dahulu harus dibersihkan menggunakan disinfektan,” katanya.