Wali Kota Palembang Harnojoyo menyatakan kembali akan menerapkan PSBB ke 2 di Palembang

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Masyarakat Kota Palembang akhirnya harus kedatangan lagi PSBB setelah pemerintah kota (Pemkot) memutuskan memperpanjang pola pengamanan penyebaran infeksi COVID-19 tersebut.

Wali Kota Palembang Harnojoyo menyatakan secara resmi pembatasan sosial berskala besar atau PSBB setelah berakhir hari ini Selasa,(2/6). Pemkot kembali mengajukan lagi PSBB jilid dua ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

“Kita akan lanjutkan lagi PSBB ke dua di Kota Palembang,”kata Harnojoyo Selasa,(2/6).

Disebutkannya setelah mengevaluasi berdasarkan kajian Ikatan dokter Indonesia (IDI) serta kajian prediksi Fakultas Kedokteran UNSRI Kota Palembang PSBB kedua solusi terbaik untuk keamanan warga. Terlebih lagi PSBB disebutkan berhasil menekan bergerak COVID-19 tercatat pada tanggal 31 Mei tingkat penyebaran disebutnya menurun hingga 0, 92 persen.

Sedangkan hasil dari kajian prediksi Fakultas Kedokteran UNSRI yang menjadi pertimbangan besar Wali Kota. Disebutnya COVID-19 akan meningkat pada 8 Juni nanti.

“Kajiannya 8 Juni merupakan puncaknya COVID-19. Itu menjadi antisipasi besar kita dan membuat kami kembali menerapkan PSBB,”tegasnya

Sementara itu ditanya apa perbedaan PSBB jilid pertama dan PSBB jilid kedua nantinya. Terlebih lagi Pemkot di awal penerapan PSBB menerapkan pola sosialisasi apakah akan digunakan lagi.

“PSBB kedua kita pasti beda, tidak ada lagi sosialisasi. PSBB pertama kita menggunakan sistem check point di 13 titik tersebar di Kota Palembang. Nanti PSBB kedua kita menambahkan sistem jemput bola. Akan ada sidak PSBB di setiap tempat keramaian seperti pasar dan tempat lainnya,”ungkapnya

Terpisah Wakil Wali Kota (Wawako) Fitrianti Agustinda, menambah dukungan masyarakat untuk penerapan PSBB kedua sangatlah penting. Karena apabila berhasil status zona merah dan lockdown hilang Palembang bisa segera menerapkan new normal.

“Semua sebenarnya tergantung kembali ke pada masyarakat. Apabila mau nyaman kita bisa segera menerapkan new normal. Jadi kembali ke PSBB kedua nanti mohon kerjasama masyarakat,”harapnya

Sedangkan untuk pengajuan PSBB menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, PSBB kedua tidak langsung bisa diterapkan. Pihaknya harus mengajukan permohonan ke Kemenkes dan Pemprov serta dilengkapi dengan sisipan data evaluasi PSBB pertama.

“Tapi sembari menunggu PSBB kedua status di Palembang kita tetap menerapkan PSBB. Setelah di setujui tentunya sama waktuku akan berlangsung sejak di setujui sampai 14 hari,”pungkasnya