Detak-Palembang.com PALEMBANG – Melalui kegiatan rapat pembahasan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama Gubernur Sumsel dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Walikota Palembang, H. Harnojoyo menjelaskan bahwa Pemerintah kota Palembang akan lebih mengutamakan protokol kesehatan dalam penerapan PSBB tahap ke dua.

“Pada perinsipnya untuk teman-teman semua, bahwa protokol kesehatanlah yang kita utamakan,” kata Harnojoyo usai rapat di Rumah Dinas Walikota, Jalan Tasik Palembang, Jumat, 5 Juni 2020.

Walikota dua periode itu memaparkan, bahwa dalam penerapan PSBB tahap ke dua saat ini, sebanyak 1750 personel telah dipersiapkan untuk pusat-pusat keramaian.

“Saat ini, PSBB tahap ke dua ini justru 1750 personel nanti akan mendatangi pusat-pusat keramaian terkait sosialisasi ini supaya masyarakat memahami dan lebih patuh terkait dengan protokol kesehatan,” ucapnya.

Diakuinya juga bahwa, dalam beberapa titik check poin yang berada di pusat kota Palembang, masih saja ditemukan masyarakat yang tidak menghiraukan protokol kesehata.

Namun, Harnojoyo juga menyampaikan, bahwa untuk pelanggaran di dalam kota dinilainya masih sangat kecil jika dibandingkan dengan pelanggaran di perbatasan.

“Beberapa Check Poin di dalam kota, kemarin pelanggarannya memang kecil, bahkan sangat kecil. Hampir 99,7 persen masyarakat sudah patuh. Yang masih banyak ini yang di perbatasan, sehingga nanti di perbatasan akan kita optimalkan dan tidak kita kurangi,” tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan menejelaskan, melalui rapat PSBB tahap ke dua yang diadakan tersebut telah terungkap melalui hasil Survey, bahwa salah satu keberhasilan PSBB tahap pertama kota Palembang yaitu menurunnya kontak terkonfirmasi positif.

“Dari 14 sebelum PSBB menjadi 6. Artinya, penyebaran ini ada penurunan bahkan sudah sangat minim dan ini Survei nya dari Fakultas Kedokteran, makanya saya mengapresiasi sekali kinerja gugus tugas kota Palembang, Pak Wali, Forkopimda dan seluruh jajaran,” ucap Gubernur.