Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda saat mengunjungi UMKM Pempek Rizki di Kecamatan SU I.

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Banyak sekali Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak begerak saat Palembang berstatus zona merah dan memberlakukan PSBB. Namun setelah PSBB diputuskan terhenti status zona orange UMKM mulai digiatkan kembali.

Hal itu dilakukan Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan,tidak lagi memberlakukan batasan-batasan sehingga UMKM harus segera dihidupkan kembali.

“Saat ini pemerintah fokus untuk membina dan mengiatkan lagi UMKM untuk kembali beroperasi. Karena perekonomian Kota Palembang harus kembali bangkit,”kata Wawako Kamis,(18/6)

Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda saat mengunjungi UMKM Kedaton (pengrajin kayu) di Jalan KH Burlian di Kecamatan Sukarami

Finda nama sapaan Wawako menuturkan telah memantau dua UMKM. Yakni, UMKM Kedaton (pengrajin kayu) di Jalan KH Burlian di Kecamatan Sukarami dan UMKM Pempek Rizki di Kecamatan SU I. Dia cukup terpukul dengan pengakuan para UMKM yang mengatakan nyaris gulung tikar karena tidak ada pemasukan sampai banyak memberhentikan para pekerjanya.

“Mereka mengeluh membutuhkan bantuan modal untuk kembali bisa melanjutkan UMKM dan di promosikan lagi usahanya. Kita akan bantu jangan sampai giat perekonomian kita di Kota Palembang ini terhambat,”ucapnya

Saat dibincangi Yanti Pemilik UMKM Pempek Rizky mencurahkan isi hatinya mengatakan, pandemi membuat usahan tertatih. Bahkan penghasilan berkurang sampai 70 persen sehingga banyak pegawai yang harus di rumahkan

“Sebelum COVID-19 bisa sampai 15 juta sekarang 500 ribu saja tidak bisa terkumpul. Ketika COVID-19 pertama kali kita juga tidak buka. Saya senang pemerintah mau membantu modal untuk kami bisa kembali aktif lagi,’ujarnya

Terpisah Rahmad pemilik UMKM Kedaton mengatakan, sebagai pengrajin tradisional dampak pandemi sangat terpengaruh baginya. Terlebih lagi usaha yang mereka geluti banyak di minati di luar Kota Palembang seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya.

“Orderan hanya 30 persen, kami terpaksa merumahkan pegawai. Biasanya 15 orang sekarang kami mampu memberi gaji untuk 4 orang saja. Tentunya kami kasihan untuk karyawan yang di rumahkan tapi bagaimana,”ucapnya

Namun setelah pemerintah membuka lagi akses pembatasan usai PSBB Rahmad memberanikan diri untuk kembali membuka usahanya. Meskipun hanya memperdayakan empat pegawainya.

“Kami senang di datangi Ibu Finda katanya akan ada bantuan juga dari pemerintah. Kami juga berharap Palembang segera new normal agar kita bisa kembali dapat menerima orderan dari luar Kota,”harapnya

Sementara itu Finda mengaku sangat mendukung kerajinan tradisional khas Palembang. Baginya usaha kerajinan ukuran kayu dan empek-empek adalah khas Kota Palembang. Terlebih lagi kerajinan kayu harus mendapatkan perhatian lebih agar tetap bisa dilestarikan.

“Saya sempat berbincang pak Rahman adalah generasi kedua penerus. Nah saya khawatir kalau tidak di bantu usaha seperti ini akan punah. Makanya saya juga berharap kedepan akan kita lakukan pembinaan untuk melahirkan pengrajin kayu dari kalangan generasi muda,”kata Finda berharap kerajinan kayu khas Palembang ini tetap bertahan kualitas dan eksistensinya