Para jemaah haji asal Sumsel

Detak-Palembang, PALEMBANG – Penundaan keberangkatan haji di Indonesia, membuat ribuan calon jemaah haji asal Sumatera Selatan (Sumsel) turut merasakannya.

Sebanyak 7.012 orang jemaah haji yang rencana berangkat ke tanah suci, harus menunda keberangkatan hingga menunggu keputusan dari Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

Gubernur Sumsel Herman Deru meminta para calon jemaah haji asal Sumsel tersebut, harus bersabar atas kondisi ini.

“Saya sudah mendengar tadi keputusan Menteri Agama. Kita terima saja, karena kita bukan tuan rumahnya. Kita tidak bisa buat haji sendiri. Jadi memang kita harus bersadar,” kata dia, Selasa (2/6/2020).

Untuk kebijakan ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumel masih menunggu putusan dari pusat. Apakah digabung di tahun 2021 atau kembali mundur.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan, semua persiapan untuk keberangkatan haji tahun 2020 ini juga turut ditunda.

“Karena haji ditunda tahun ini, maka petugas haji daerah yang sudah kita seleksi pun kita batalkan. Sejauh ini kita sudah selesaikan tahap penyeleksian petugas, nilai seleksinya pun sudah, dan 47 orang yang terpilih sudah kirim ke Kemenag RI,” ucapnya.

Rencananya ada 47 orang petugas yang akan mendampingi tiap kloter jemaah calon haji dari Sumsel. Mereka direncanakan mendampingi haji umum, kesehatan dan ibadah haji.

“Karena haji tahun ini ditiadakan, maka mereka yang terpilih dapat diusulkan lagi untuk tahun depan sesuai dengan kebijakan Gubernur Sumsel,” ungkapnya.

Pemprov Sumsel juga membatalkan anggaran uang saku bagi calon jemaah haji. Karena biasanya, Gubernur Sumsel memberikan bantuan masing-masing calon jemaah haji sebesar Rp1 juta.

“Kita setiap tahun ada pos anggaran dari APBD untuk uang saku jemaah haji selama di Tanah Suci. Tapi kita tiadakan selaras dengan tidak adanya keberangkatan jemaah haji tahun ini,”ungkapnya.