Pedagang Bawang Merah di Pasar Tradisional Lemabang Palembang (Inge / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Untuk menekan ketergantungan pasokan bumbu dapur dari luar daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) akan mengembangkan sentra kawasan bawang merah.

Awalnya bawang merah dipasok dari berbagai Brebes, Tegal dan Sumatera Barat (Sumbar).

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel Sri Indah Mulyati, pengembangan budidaya bawang merah akan dilakukan di sejumlah daerah di Sumsel.

“Ada enam daerah di Provinsi Sumsel yang akan menjadi kawasan pengembangan, untuk komoditas bawang merah itu,” katanya, Kamis (25/6/2020).

Enam daerah tersebut yaitu Kota Pagaralam seluas 30 Hektare, Kabupaten Ogan Komering Ilit (OKI) seluas 10 hektare dan Kabupaten Lahat seluas 10 hektare.

Lalu, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) seluas 10 hektare, Kabupaten Musi Rawas seluas 10 hektare, Kabupaten Muara Enim seluas 10 hektare dan Kabupaten OKU Timur seluas 10 hektare.

“Kami mencoba pengembangannya di beberapa daerah itu pada tahun ini. Total ada sekitar 80 hektare lahan yang akan dikembangkan untuk memproduksi bawang merah,” ucapnya.

Diungkapkannya, ketersediaan bahan pangan pun memang sangat tergantung dari masa tanam dan panen di sentra produksi.

Bahkan pada saat masa tanam, produksi beberapa bahan pangan akan terganggu.

“Karena itulah pasokannya memang harus dipenuhi dari daerah lain di luar Provinsi Sumsel,” ujarnya.

Dia mencontohkan, seperti komoditas cabai. Saat ini sedang memasuki masa tanam karena musim penghujan.

Karena itu pasokannya harus harus dipenuhi dari beberapa wilayah seperti di Pulau Jawa kekurangannya.

“Tapi, saat sedang panen, kita bahkan mengirim hingga ke luar daerah seperti Riau, Jambi hingga Sumatera Barat. Makanya, pola tanam dan panen ini sudah kami atur agar ketersediaan bahan pangan terus ada,” ungkapnya.