Wawako Palembang Fitrianti Agustinda saat mengunjungi rumah warganya yang sedang sakit (Inge / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Masih banyaknya warga miskin yang tidak tercover bantuan fasilitas kesehatan, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus mendorong penggunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, di tahun 2020 target Pemkot Palembang untuk penerima KIS sebanyak 100 persen.

“Tapi baru tercapai 96 persen. Masih 4 persen lagi belum dapat KIS,” katanya usai mengunjungi salah satu warganya yang sakit di Kelurahan 2 Ilir Palembang Sumsel, Senin (8/6/2020).

Namun jika di akhir tahun 2020, warga miskin di Kota Palembang belum mendapatkan KIS, pihaknya masih akan menunggu pengajuan hingga seluruh warganya tercover.

Wawako Palembang pun mengimbau kepada perangkat desa, mulai dari tingkat RT hingga kecamatan, agar bisa bergerak cepat mendata warganya.

Terutama yang membutuhkan fasilitas kesehatan, agar bisa dibuatkan KIS bagi warga miskin.

Apalagi di masa pandemi Corona Covid-19 di Palembang, masyarakat sangat membutuhkan bantuan program KIS.

“Para warga bisa serahkan berkas berupa Kartu Tanda Pengenal (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) ke lurah atau camatnya,” ujarnya.

Fitrianti juga mempersilahkan jika warganya mau mengurus langsung ke Dinas Sosial (Dinsos).

Dia menjamin tidak akan ada biaya apa pun yang dibebankan ke warga yang mengurus KIS.

“Tolong dibantu, jangan dipersulit. Tidak ada lagi kekhawatiran untuk berobat karena ada KIS. Semuanya harus dapat,” ucapnya.