Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyatakan, pasar menjadi target pemerintah untuk dilakukan pembersihan. Lantaran penyebaran COVID-19 di Palembang notabene terbanyak di lokasi tersebut.

Seperti halnya terdahulu, Pasar Kebon Semai terpaksa ditutup pasca bertambahnya jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19.

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan dirinya telah mendapatkan informasi terkait penambahan hasil pemeriksaan pedagang di Pasar Kebon Semai

Oleh karenanya, langkah penutupan pasar kembali harus dipilih agar bisa melakukan kegiatan bersih-bersih pasar, mulai dari disinfeksi seluruh area pasar dan memastikan seluruh pedagang benar-benar negatif COVID-19.

“Sejak COVID-19 muncul, kita sudah sosialisasikan bahwa pasar menjadi tempat penyebaran virus terbesar. Makanya, sejak awal kita gencar sosialisasikan untuk mulai mengubah pola belanja dengan sistem daring. Itu semua sudah disosialisasikan baik lewat brosur atau media lainnya,”ucap Wawako Jum’at,(12/6)

Kemudian, bila harus tetap ke lokasi kata Fitri pedagang dan pembeli wajib menegakkan protokol kesehatan. Pedagang dan pembeli harus menjaga jarak, sebelum berbelanja wajib cuci tangan dan menggunakan masker selama berinteraksi.

“Tolong juga sebelum masuk pasar harus dicek dulu suhu tubuh memastikan agar dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Ia menambahkan, riskannya penyebaran Covid-19 di area pasar sehingga rencananya pemerintah Kota Palembang akan segera melaksanakan Rapid test massal khusus untuk seluruh pedagang pasar yang dikelolah pemerintah.

“Bagusnya memang harus dilakukan Rapid test apalagi pasar jadi pusat pertemuan banyak orang dan mudah untuk penyebaran Covid-19. Bila dilaksanakan Rapid test, maka lebih cepat bisa diketahui dan dikontrol pedagang yang terpapar Covid-19,” jelasnya.

Diakui Fitri, dari 18 pasar yang dikelola Pemerintah Kota Palembang beberapa diantaranya sudah melaksanakan Rapid test untuk pedagang, terutama bila telah terdapat kasus positif di area tersebut.

“Secara bertahap akan kita lakukan. Beberapa ada yang sudah melaksanakan ada juga yang belum. Rapid test masal memang kami nilai lebih efektif untuk pedagang pasar,”pungkasnya