Ai Sudartini pemilik usaha Rengginang saat mencurahkan isi hati selama pandemi kepada Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Dampak pandemi COVID-19 dikeluhkan Ibu pemilik usaha Rengginang berumur 54 tahun bernama Ai Sudartini. Lantaran usaha terpaksa terhenti karena modal terpakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Hal itu lantas merespon Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda untuk mengunjungi UMKM miliknya di Jalan Sido Ing Kenayang Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus.

“COVID-19 usaha saya langsung terhenti total, karena tidak ada satu pun pesanan. Mau bagaimana lagi terpaksa uang modal saya pakai untuk biaya makan sehari-hari,”keluhnya di hadapan Wakil Wali Kota Palembang saat mengunjungi Selasa,(23/6)

Setelah mengeluhkan persoalan Ai mengaku senang karena pemerintah kota (Pemkot) disebutnya sangat membantu sekali usaha usaha kecil atau UMKM seperti miliknya ini. Namun meskipun usaha kecil berjualan rengginang via online di rumah saja. Tapi bagi Ai usahanya itulah untuk mencukupi biaya kehidupan sehari-hari.

“Saya bikin rengginang jual melalui handphone saja. Ada juga peyek tusuk gigi kalau lebaran jualan kue basa dan kering,”ucapnya

Sementara itu Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, Ai telah diberikan modal kembali oleh pemerintah kota (Pemkot) melalui Bank Palembang. Dia berharap kejadian seperti Ai tidak terulang lagi. Wawako berpesan kepada UMKM apabila modal habis jangan takut segeralah mengajukan bantuan lagi.

“Kita tau pasti pandemi semua UMKM tutup. Seperti cerita Ibu Ai Sudartini modal dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan khawatir kita sengaja datang ke sini untuk kembali menghidupkan UMKM agar perekonomian warga kembali sehat,”ujarnya

Namun Finda juga tidak berhenti-henti tetap meminta agar warga tetap patuh dengan protokol kesehatan. Meskipun akses kembali di buka dan UMKM dihidupkan lagi tapi pandemi COVID-19 tetap menghantui Palembang.

“Penting sekarang tetap waspada dan protokol kesehatan diterapkan dalam kehidupan. Karena 50 persen pasien COVID-19 di Palembang adalah OTG (orang tanpa gejala). Aktifitas tetap berjalan begitu juga protokol kesehatan,”pungkasnya