Detak-Palembang.com PALEMBANG – Di tengah kesulitan ekonomi dampak pandemi COVID-19 tentunya diharapkan pendidikan sekolah generasi muda tidak terputus. Hal itulah ditekan pemerintah kota (Pemkot) Palembang agar sekolah tidak melakukan pungutan liar atau pungli.

Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda menuturkan sesuai aturan kementerian pendidikan semua kebutuhan sekolah telah di cukup pemerintah.

“Mudah-mudahan ditengah pandemi ini semoga tidak ada warga kesulitan untuk menyekolahkan anaknya. Karena tidak ada biaya, sekolah gratis SD dan SMP yang ada di Kota Palembang,”kata Wawako saat meresmikan pembuatan mushola di SMPN 60 Kecamatan Sematang Borang Rabu,(24/6).

Dituturkan Finda sekolah telah mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dari sana sudah termaksud gaji guru, honorer dan kebutuhan sekolah lainnya. Artinya apabila ada pungutan tertentu itu disebutliar dan dikategorikan sebuah kejahatan.

“Seandainya kedapatan tentunya itu ulah oknum-oknum. Tentunya oknum itu kita tindak tegas dan kita limpahkan ke aparat penegak hukum karena tergolong kriminal dan korupsi bisa ke polisi dan KPK,”tegas Finda

Dia juga kesal apabila pihak sekolah mempersulit anak didiknya dengan menerapkan beragam pola seragam sekolah. Misalnya harus menggunakan jas dan baju muslim yang notabene baju koko tidak mesti harus seragam.

“Kecuali baju olahraga ya, kalau baju muslim bisa pakai beda-beda tidak mesti beli. Ada lagi yang aneh harus pakai jas padahal sekolah saja tidak pakai AC. Jadi saya rasa seragam sekolah sudah mulai aneh aneh. Kembalikan saja seperti biasa SD putih merah dan SMP putih biru,”ucapnya lagi

Sementara itu pihaknya sangat senang fasilitas SMPN 60 mempunyai mushola. Dengan adanya fasilitas sekolah yang berada di Jalan Husin Basri Kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang disebutnya sekolah bisa meningkatkan mutu dan kualitas kedepan.

“Iya mushola bantuan dari pihak ke tiga untuk sekolah. Tadi saya juga berbicara dengan kepala sekolah juga meminta bantuan kepada pemerintah untuk kebutuhan sekolah kita akan berikan nantinya. Semoga bertambah fasilitas sekolah SMPN 60 bisa menjadi sekolah unggulan,”tuturnya

Sementara itu Finda juga mengaku untuk siswa kembali ke sekolah disebut masih tengah diperbincangkan. Lantaran status Palembang masih berada di zona orange disebutnya rentan. “Biarlah mereka bersekolah dari rumah dulu. Nanti kalau sudah zona hijau bisa dikatakan aman,”pungkasnya