Ilustrasi Gaji

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Pandemi Corona Covid-19 di Indonesia berdampak besar bagi seluruh sektor. Mulai dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), menurunnya omset pemasukan usaha, hingga terbatasnya ruang gerak bagi seluruh masyarakat.

Wabah Covid-19 ini juga berdampak pada kesejahteraan para guru honorer di Palembang. Di tengah aktivitasnya mengajar online, hak-hak mereka ternyata tidak diberikan sama sekali.

Hal ini dirasakan oleh RN (30), salah satu tenaga pengajar di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di bilangan Sako Palembang.

Sejak adanya Corona Covid-19 di Palembang, honor per tiga bulan sekali dari Dana Bos tak kunjung cair. Bahkan kondisi ini sudah dialami selama enam bulan terakhir.

“Sudah enam bulan terakhir gaji saya tidak cair. Tapi saya tetap harus mengajar via online ke anak-anak. Untuk beli pulsa kuota pun tidak ada dianggarkan,” ucapnya, Sabtu (13/6/2020).

Biasanya setiap bulan dia digaji sebesar Rp500.000, yang akan cair selama 3 bulan sekali atau sebesar Rp1,5 juta.

Bahkan dia mendengar jika para guru dari sekolah lain, mendapatkan uang pulsa untuk menunjang mengajar daring.

“Teman saya, guru di SDN lain di Palembang dapat uang kuota sebesar Rp100.000 hingga Rp300.000 per bulannya. Tapi di sekolah kami tidak diberi, jadi harus pakai uang pribadi,” katanya.

Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, RN akhirnya membantu temannya berjualan berbagai produk secara online. Hasil dari penjualan produk tersebut, sedikit membantu untuk membayar tagihan listrik dan air.

Sama halnya dengan LY (35), Tata Usaha (TU) di salah satu SDN Palembang. Dia pun merasakan nasib yang sama, bertahan hidup di tengah himpitan perekonomian karena gaji yang tak kunjung cair.

“Sudah enam bulan juga gaji tidak cair-cair. Kami kesulitan untuk mencukupi hidup sehari-hari,” ungkapnya.