Jembatan Ampera

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Hari ulang tahun (HUT) Kota Palembang yang akan berlangsung besok Rabu tanggal 17 Juni ke 1.337 tahun dipastikan tanpa perayaan. Bahkan Kota berjulukan Venice Of the East (Venesia dari Timur) di dunia Barat ini tidak akan menggelar perayaan perahu Bidar seperti tahun tahun biasanya.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, HUT Palembang di tahun ini tanpa perayaan atau ceremonial. Warga justru diminta untuk lebih mendekatkan diri kepada pencipta. Lalu berdoa serta mengucapkan make wish (harapan atau sebuah doa saat ulang tahun) yakni supaya Kota Palembang secepatnya terbebas dari momok pandemi COVID-19.

“Kita lebih kepada muhasabah atau evaluasi apa yang baik kita dapat tahun ini kita tingkatkan tahun depan. Tetapi apa yang buruk tentunya harus kita hapuskan,”ucap Harnojoyo Selasa,(16/6)

Ditegaskannya bukan gemerlap perayaan perahu Bidar dan sebagainya. Harnojoyo lebih berharap masyarakat merayakan HUT Palembang lebih kepada semangat mengusir COVID-19 di Kota Palembang.

“Saya lebih berharap di HUT Palembang masyarakat justru lebih meningkatkan lagi protokol kesehatan. Sama-sama lebih patuh agar COVID-19 bisa hilang,”tegasnya

Sementara itu Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda menuturkan hal yang sama. Namun dia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh warga Kota Palembang.

“Selamat ulang tahun warga Kota Palembang. Saya hanya mengingatkan agar selalu sehat di pandemi ini tetap ikuti aturan protokol kesehatan,”ucapnya

Namun disisi lain Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini juga memastikan tidak akan ada perayaan perahu Bidar dan parade lainnya di sungai Musi. Kendati aktifitas tersebut menjadi tradisi disetiap HUT Palembang setiap tahunnya.

“HUT Palembang tidak ada perayaan perahu Bidar atau lainnya. Sesuai arahan Wali Kota,”tegasnya

Kota Palembang sendiri adalah salah satu Kota terbesar di Indonesia. Meski bukan sebagai ibukota Indonesia. Bahkan dilansir dari Wikipedia, juga menyebutkan Palembang merupakan kota terbesar dan tertua di Indonesia.

Palembang ditafsirkan menjadi kota sejak tanggal 16 Juni 688 Masehi sementara itu hari jadi Palembang sendiri didapuk tanggal 17 Juni.

Palembang sendiri merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan dengan luas wilayah 358,55 km. Kemajuan pesat pun terlihat di kota Palembang, pasalnya pembangunan LRT (kereta api layang) merupakan simbol gemerlap Kota empek-empek terlihat begitu modernnya dibandingkan Kota-kota besar lainnya di Indonesia.