Wali Kota Palembang Harnojoyo saat memberikan keterangan pers Senin,(1/6) usai melakukan pertemuan rapat evaluasi PSBB di rumah dinas Jalan Tasik Senin,(1/6)

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Masa inkubasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Palembang baru ditetapkan besok saat masa berakhir pada tanggal 2 Juni. Namun pemerintah kota (Pemkot) Palembang optimis siap menuju kota new normal.

“Kita siap menuju new normal akan tetapi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan saran untuk kita memperpanjang status PSBB,”kata Wali Kota Palembang Harnojoyo saat memberikan keterangan pers Senin,(1/6) usai melakukan pertemuan rapat evaluasi PSBB di rumah dinas Jalan Tasik Senin,(1/6)

Disebutnya kepada awak media keputusan memperpanjang atau tidak status PSBB masih belum di umumkan sampai besok saat masa inkubasi 14 hari berakhir. Sedangkan sebelumnya Palembang telah memberlakukan PSBB terhitung pada tanggal 20 Mei dan berakhir 2 Juni.

Dipaparkan dari kalkulasi hitungan para akademisi 30 persen masyarakat sudah berada di rumah. Lalu 16 persen di kantor, 15 persen layanan kesehatan dan 5 persen di pasar. Artinya masyarakat mematuhi PSBB dengan baik.

Lalu berdasarkan hasil evaluasi PSBB disebutkan berhasil. Lantaran angka reproduksi efektif (penyebaran COVID-19) pada tanggal 20 Mei mencapai 1, 29 persen. Sedangkan tercatat pada tanggal 31 Mei tingkat penyebaran disebutnya menurun hingga 0, 92 persen.

Namun kata kunci keputusan besok Harnojoyo menyebutnya kemungkinan besar Kota Palembang lebih memilih melanjutkan PSBB. Ketimbang menerapkan new normal karen masih ada beberapa syarat yang belum terpenuhi Kota Palembang

“Saya sebut PSBB yang kita jalankan berhasil. Sekarang tinggal kita putuskan. Apakah PSBB dilanjutkan? Atau seperti apa kepastiannya akan saya jawab besok,”pungkasnya