Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda saat berkunjung ke rumah Munira (jilbab hitam) ditemani anaknya

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sudah jatuh tertimpa tangga kata kiasan yang cocok menggambarkan warga kesulitan mencari nafkah di masa pandemi COVID-19. Selanjutnya cobaan kesehatan mereka harus mencari biaya pengobatan yang cukup besar.

Kondisi pilu itu di jumpai Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda saat melakukan kunjungannya bertemu warganya

Uniknya dua tetangga yang hanya dipisahkan dinding tembok Supiani (52) dan Munira (40) mengalami penyakit yang hampir sama yakni tidak bisa berjalan karena kedua kakinya lumpuh. Kedua tetangga itu selama bertahun-tahun harus berbaring di rumah dan tidak berobat ke rumah sakit.

Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda saat berkunjung ke rumah Supiani

“Makanya saya mendapat kabar dari masyarakat ada yang lumpuh tidak bisa berjalan bertahun-tahun. Setelah saya tanya mereka tidak mempunyai biaya berobat,’kata Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti ketika mengunjungi ke dua rumah warga tersebut Kamis,(4/6)

Finda mengaku sengaja datang karena hatinya terketuk mendengar kabar tersebut. Dia sendiri paham di tengah pandemi COVID-19 warga kesulitan mencukupi kebutuhan sembako apa lagi harus memikirkan biaya perobatan. Seharusnya kondisi itu disebutnya tidak harus terjadi karena pihaknya selaku pemerintah telah memberikan pengobatan gratis melalui fasilitas kartu Indonesia sehat (KIS)

“Saya sendiri datang kesini untuk memberitahukan Ibu Supiani dan Ibu Munira. Pemerintah kita ada fasilitas kartu Indonesia sehat.Tentunya kondisi seperti ini tidak harus terjadi,”ucapnya

Ditegaskannya bagi kantor Kelurahan dan Kecamatan untuk mendata lagi semua warga melalui ketua rukun tetangga (RT). Dia mengakui memang secara presentase sekitar 96% KIS baru terealisasi kepada warga di Kota Palembang. Kemungkinan faktor seperti kasus yang ditemukan sekarang warga tidak mengetahuinya atau takut membuat KIS dikarenakan terkait mungkin ada biaya pembuatan.

‘Semua warga Palembang harus ada KIS dipersiapkan apabila sakit untuk jaga jaga. Pembuatan hanya berikan kartu keluarga (KK) kepada pak RT pak Lurah atau ke pak Camat. Biayanya jangan khawatir gratis,”ucapnya

Menanggapi tentang Supiani dan Munira Wawako menyebutkan keduanya akan di rawat secara gratis melalui fasilitas KIS. Finda juga terlihat secara pribadi memberikan bantuan sembako dan uang pembinaan.

Rumah keduanya berada di Jalan Dr M Isa Lorong Fajar RT 14 RW 4 Kelurahan Kuto Batu Kecamatan IT III. Saat di bincangi Acang suami dari Supiani mengatakan, istri sudah 6 tahun menderita lumpu. Bahkan selama 2 dia terpaksa menghentikan pengobatan karena tidak ada uang terlebih lagi di masa pandemi COVID-19 ini.

“Dulu pernah berobat di RS Muhammadiyah dan RS AK Gani pakai BPJS. Karena tidak ada uang saya menyerah dua tahun. Alhamdulillah sekarang bisa berobat kembali,”ucapnya senang

Hal serupa juga dikatakan Syahid Husie ayah kandung Munira mengatakan anaknya sudah tidak bisa berjalan selama 3 tahun. “Biasa berobat alternatif, alhamdulilah kalau bisa berobat dan dapat bantuan,”pungkasnya