Cegah Stunting

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Angka kasus stunting anak di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih saja tinggi. Bahkan hingga tahun 2020 ini, angka stunting anak mencapai 30 persen.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mengklaim tetap berkomitmen menurunkan angka stunting di wilayahnya, meskipun berada di masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Lesty Nuraini mengatakan, anak-anak memiliki hak dan kewajiban untuk dilindungi. Baik dar orangtua, masyarakat maupun pemerintah.

‘Kita menargetkan tahun ini kasus stunting ana menurun di angka 14 persen. Meski anggaran kita telah direalokasi dan direfocussing untuk penanganan covid-19,” katanya, Senin (22/6/2020).

Kendati sebagian dananyauntuk penanganan covid-19, namun masih ada untuk kegiatan lainnya, termasuk pemberian makanan tambahan.

Ia mengatakan, kekurangan gizi dapat menyebabkan penurunan pada kekebalan anak.

Padahal sekarang anak-anak membutuhkan kekebalan tinggi untuk menangkal virus Covid-19.

Terlebih masih banyak persepsi masyarakat bahwa Susu Kental Manis (SKM), merupakan asupan untuk anak.

“Kita perlu mengedukasi orangtua bahwa anak membutuhkan asupan gizi yang benar,” katanya.