kata Kasat Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Palembang, GA Putra Jaya

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB pertama di Kota Palembang memasuki tahap akhir. Tercatat ada 105 pelanggaran dan salah satunya dilakukan swalayan atau mall di Kota Palembang.

“Hasil dari PSBB ada 105 pelanggaran yang tercatat. Salah satunya itu adalah swalayan (mall) di daerah Jalan POM,” kata Kasat Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Palembang, GA Putra Jaya, Senin (1/6).

Disinggung soal pelanggaran apa yang dilakukan oleh pihak mall. GA Putra menjawab tidak mematuhi jam buka dan tutup ketentuan yang diberlakukan dalam PSBB.

“Saat itu kita langsung lakukan sidang di tempat, langsung diputuskan oleh hakim. Seharusnya didenda paling sedikit 5 Juta maksimal 15 Juta. Tetapi saat itu hakim masih memberikan keringanan dengan menerapkan sanksi saja. Kita lakukan hukuman sosial saja kepada pengelola swalayan itu,” tuturnya

Sementara itu dari pelanggaran 105 itu apa saja pelanggaran yang dilakukan. Dia mengatakan pelanggaran tidak menggunakan masker, hampir 95 persen masyarakat Palembang telah mematuhinya. Namun terkait aturan berkendara masih banyak terjadi pelanggaran.

“Macam-macam pelanggaran terjadi, masker juga, kendaraan juga. Termasuk pelaku usaha yang tidak patuh soal jam buka dan tutup,” jelasnya

Namun disebutkannya semua pelanggaran itu tidak sampai ada penerapan sanksi administrasi atau membayar denda. Sejauh ini pihaknya terus melakukan sosialisasi dan masih banyak memberikan himbauan.

Disinggung adanya informasi dari masyarakat, tindakan aparat di lapangan diterapkan terlalu keras. Dia menjawab itu tentunya akan menjadi masukan. Lantaran sebaliknya, disisi lainnya ada juga masyarakat menilai masih membandel, disebabkan penerapan sanksi yang tidak tegas.

“Itu penilaian masyarakat atau istilah netizen kalau di medsos yang banyak memberikan komentar. Pastinya akan kita jadikan masukan. Tapi sebenarnya masyarakat masih susah melakukan kehidupan sehari-hari menerapkan dengan benar protokol kesehatan,” ucapnya.

Dia memberitahu himbauan apabila status PSBB di Palembang diperpanjang kembali selama 14 hari. Ia meminta masyarakat turut membantu memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19.

“Masalah terbesarnya masyarakat masih malas menjaga jarak (social distancing), mencuci tangan dan menerapkan protokol kesehatan. Apabila dilanjutkan kita juga akan keras menindak, tidak hanya menindak di jalan. Tetapi akan mendatangi tempat kerumunan dan memberikan sanksi PSBB karena disanalah masih banyak pelanggaran yang terjadi,” pungkasnya.