Wawako Palembang Fitrianti Agustinda mengunjungi salah satu lokasi UMKM produksi Tempe tradisional di Kelurahan Bukit Baru Palembang (Inge / Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com, PALEMBANG – Pandemi Corona Covid-19 di Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), turut melemahkan perekonomian Unit Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Penurunan penjualan dan bahan baku yang tinggi membuat para pelaku UMKM di Palembang harus memangkas pengeluaran dan mengantongi sedikit penghasilan.

Melihat kondisi ini, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kembali menggeliatkan program pinjaman modal tanpa bunga kepada para pelaku UMKM.

Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianto Agustinda mengatakan, Pemkot Palembang menganggarkan bantuan pinjaman nonbunga ke 4.000 UMKM di Kota Palembang.

Namun ada beberapa persyaratan khusus, agar para pelaku UMKM di Palembang bisa mendapatkan bantuan ini.

“Syaratnya yaitu sudah mempunyai usaha, bukan yang baru membangun usaha. Pelaku usaha yang mengusulkan bantuan, usianya masih produktif atau kurang dari 60 tahun,” ucapnya, saat berkunjung ke UMKM tahu tempe di Kelurahan Bukit Baru Palembang, Senin (22/6/2020).

Wawako Palembang Fitrianti Agustinda menyampaikan program pinjaman tanpa modal dari Pemkot Palembang untuk para UMKM di Kota Palembang (Inge / Detak-Palembang.com)

Persyaratan terakhir yaitu nama pengusul pinjaman tanpa bunga ini tidak mempunyai riwayat pinjaman di bank yang menunggal atau di-blacklist dari perbankan.

Untuk besaran modal tanpa bunga tersebut sebesar Rp3 juta per UMKM.

“Besaran pinjaman modalnya memang tidak besar. Tapi bisa membantu UMKM untuk menambah modal,” katanya.

Namun bagi yang ingin mendapatkan pinjaman lebih, Pemkot Palembang akan merumuskan lagi dengan Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Palembang.

Pinjaman dari BPR Palembang bisa diajukan dengan bunga sekitar 6 persen, atau sesuai dengan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).