Detak-Palembang.com PALEMBANG – Terciumnya adanya aksi eksploitasi anak diduga kerap dilakukan geladang dan pengemis (gepeng) membuat pemerintahan kota (Pemkot) geram. Alhasil tim khusus (Timsus) tengah disusun untuk melakukan penelusuran dan penangkapan

Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, mencium adanya aksi gepeng kerap melakukan eksploitasi anak sebagai alat untuk belas kasih minta uang disetiap sudut jalan protokol di Kota Palembang. Dia menilai hal itu harus segera dihentikan karena eksploitasi anak tentunya merupakan pelanggaran keras.

“Masalah gepeng cukup menjadi perhatian kita. Karena di beberapa titik jalan di Kota Palembang kita menemukan laporan ada gepeng meminta belas kasih pengguna jalan menggunakan bayi, balita dan anak-anak tentunya itu merupakan bentuk eksploitasi,”kata Fitrianti Agustinda di ruang kerjanya Jalan Merdeka Senin,(29/6)

Wawako saat melakukan rapat bersama Dinsos dan Polpp di ruang kerjanya di Jalan Merdeka

Dilanjutkannya untuk menghentikan itu Wawako tengah mempersiapkan Timsus agar ekploitasi anak yang terjadi di Kota Palembang segera dihilangkan. Pihaknya secepatnya akan melakukan rapat membuat tim mengajak penegakan hukum lainnya Kepolisian, Kejaksaaan dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Hari ini saya rapat bersama Pol PP dan Dinas sosial. Rencana segera akan kita razia tapi sebelumnya kami mau menggelar rapat dahulu mengajak pihak terkait seperti polisi kejaksaan dan KPAI untuk membuat tim bersama sama menuntaskan hal ini,”tegasnya

Menurut Finda nama sapaan Wawako ini, kesemua itu adalah tugasnya sebagai kepala daerah. Hal itupun telah di atur dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 12 tahun 2013 tentang pembinaan anak jalanan dan pengemis dan Peraturan Walikota (Perwali) nomor 17 tahun 2014 tentang tata cara pembinaan anak jalanan, gelandang dan pengemis. “Tentunya kesemuanya itu sudah menjadi tugas kami,”ucapnya

Finda juga mengimbau agar masyarakat turut membantu pemerintah. Ditegaskannya memberikan uang kepada gepeng adalah bentuk memuluskan tindakan ekploitasi tersebut terjadi.

“Peran masyarakat untuk membantu menerapkan Perda dan Perwali bisa berjalan maksimal sangatlah penting. Terlebih lagi apabila memberikan uang sama saja membantu sindikat eksploitasi anak itu terjadi. Kalau mau memberikan bantuan sebaiknya ditempat yang pas,”imbaunya

Finda juga mengaku Timsus yang dibuatnya nanti juga akan mencari sindikat ekploitasi yang dilakukan gepeng. Di dalam rapat bersama Dinsos dan Pol PP pihaknya telah mencium adanya oknum yang mengakomodir sebagai pentolan.

“Itu juga sudah kita bicarakan makanya akan kita cari sindikat dan pentolan itu. Tentunya mereka juga harus mendapatkan tindakan dari pemerintah,”pungkasnya

Sementara itu Kepala Dinas sosial (Dinsos) Kota Palembang Heri Apriadi mengatakan setelah mendapat arahan Wawako pihaknya berencana akan menggelar rapat besok. “Sesuai arahan Ibu Wawako kita akan rapat besok untuk mengajak instansi terkait agar bisa memberikan efek jera. Seperti Kejaksaan, KPAI dan polisi,”jelasnya singkat